Konten dari Pengguna

Mengenal Sosok Penemu Sinanthropus Pekinensis dan Sejarahnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penemu Sinanthropus Pekinensis dan Sejarahnya. Sumber: Pexels.com/Yena Kwon
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penemu Sinanthropus Pekinensis dan Sejarahnya. Sumber: Pexels.com/Yena Kwon

Kisah tentang penemu Sinanthropus pekinensis dan sejarahnya merupakan dua hal yang selalu memiliki kaitan dengan pembahasan manusia Peking. Pasalnya, Sinanthropus pekinensis itu sendiri adalah fosil manusia purba di kawasan Peking.

Fosil manusia purba itu semula ditemukan oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich di wilayah Zhoukoudian, dekat Beijing, Tiongkok. Para peneliti memperkirakan bahwa fosil manusia purba itu hidup sekitar 780–230 ribu tahun lalu.

Penemu Sinanthropus Pekinensis dan Sejarahnya

Ilustrasi Penemu Sinanthropus Pekinensis dan Sejarahnya. Sumber: Pexels.com/Samuel Wölfl

Sinanthropus Pekinensis merupakan fosil manusia purba yang ditemukan di Zhoukoudian, dekat Beijing, Tiongkok. Fakta lebih tepatnya adalah fosil manusia purba itu ditemukan di Gua Naga dekat Peking, China.

Mengutip dari buku Teori Ilmu Kealaman Dasar Kajian untuk Mahasiswa Pendidikan Guru dan Akademis karya Harefa (2020: 79), Sinanthropus pekinensis ditemukan oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Penemuan tersebut terjadi sekitar tahun 1927.

Layaknya hasil penemuan bersejarah, temuan fosil itu pun dipelajari oleh manusia sehingga memiliki sejumlah kesimpulan. Kesimpulan tersebut meliputi prediksi ciri fisik Sinanthropus Pekinensis beserta gaya hidupnya.

Ciri Fisik dan Gaya Hidup Sinanthropus Pekinensis

Ilustrasi Penemu Sinanthropus Pekinensis dan Sejarahnya. Sumber: Pexels.com/Jean Jacques

Berdasarkan hasil penemuan fosil Sinanthropus pekinensis, diketahui ciri fisik dari manusia purba Peking. Beberapa cirinya, yaitu:

  1. Dahi kecil;

  2. Tulang bagian alis mata besar;

  3. Rahang yang besar;

  4. Gigi geraham besar;

  5. Kepala bagian belakang tampak menonjol;

  6. Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm;

  7. Volume otak sekitar 1.000 – 1.300 cc; dan lain-lain.

Berdasarkan kondisi volume otak yang cukup besar daripada manusia purba lain, beberapa peneliti menduga bahwa gaya hidup Sinanthropus pekinensis sudah lebih maju. Pasalnya, manusia purba tersebut sudah dapat menggunakan api.

Banyak peneliti menduga bahwa Sinanthropus pekinensis menggunakan api untuk bertahan di daerah yang dingin. Selain itu, peneliti juga memperkirakan bahwa manusia purba Peking juga sudah dapat menggunakan peralatan untuk kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan ulasan di atas, dapat dipahami bahwa penemu Sinanthropus pekinensis dan sejarahnya merupakan pembahasan yang luas. Pasalnya, pembahasan itu mengkaji tentang fosil manusia purba yang diperkirakan hidup pada ratusan ribu tahun yang lalu. (AA)