Konten dari Pengguna

Mengenal Teori Konsentris dalam Struktur Tata Ruang Kota

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teori Konsentris. Foto: dok. Balazs Busznyak (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teori Konsentris. Foto: dok. Balazs Busznyak (Unsplash)

Dalam tata ruang kota, kita mengenal teori konsentris sebagai salah satu teori yang membahas tentang perkembangan daerah perkotaan.

Untuk mengenal seperti apa teori konsentris beserta pembagian daerahnya, langsung saja kita simak pembahasannya dalam artikel berikut ini.

Penjelasan Teori Konsentris dalam Struktur Tata Ruang Kota

Ilustrasi Teori Konsentris. Foto: dok. Lyle Hastie (Unsplash)

Saat berjalan-jalan ke pusat kota, tak jarang Anda menemukan daerah perkotaan serta pusat perbelanjaan yang menjadi daerah pusat aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Adanya daerah pusat kota sebagai daerah pusat kegiatan masyarakat ini, rupanya selaras dengan kajian teori konsentris dalam struktur tata ruang kota. Apa itu teori konsentris?

Dalam buku berjudul Kebijakan Pembangunan Perkotaan yang disusun oleh Mohammad Nuh & ‎Suhartono Winoto (2017: 37), disebutkan bahwa dari beberapa teori struktur perkotaan yang digunakan, teori konsentris adalah model yang paling populer.

Teori konsentris dikemukakan oleh E.W. Burgess pada tahun 1923.

Dalam model pembangunan kota menggunakan teori ini, pembangunan kota dilakukan semakin melebar dari central area atau pusat kota. Biasanya, central area dikelilingi daerah transisi atau zona perdagangan dan pemukiman.

Teori konsentris juga membahas bahwa suatu kota akan mengalami pengembangan, dimulai dari pusat kota kemudian meluas dan berkembang ke daerah pinggiran menjauhi titik pusat.

Perkembangan ini terus terjadi seiring dengan pertambahan jumlah penduduk kota.

Pembagian Daerah Perkotaan Berdasarkan Teori Konsentris

Dalam teori konsentris, daerah di perkotaan dibagi menjadi 6 bagian wilayah, antara lain:

  1. Zona pusat kegiatan: daerah yang ditempati oleh gedung pemerintahan, perkantoran, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi umum seperti stasiun kereta atau bandara, dan masih banyak lagi yang lainnya.

  2. Zona peralihan atau zona transisi: daerah pengembangan industri yang memiliki banyak industri manufaktur. Dalam zona ini, juga terdapat jalan utama yang digunakan untuk menghubungkan pusat kota dan wilayah sekitarnya.

  3. Zona pemukiman kelas proletar: daerah yang ditempati oleh para pekerja kelas bawah dengan penghasilan kecil.

  4. Zona pemukiman kelas menengah: daerah tempat tinggal karyawan kelas menengah.

  5. Zona pemukiman kelas tinggi: daerah tempat tinggal orang-orang kelas atas (orang kaya), seperti pengusaha besar, pejabat tinggi, dan kaum eksekutif dengan penghasilan besar. Daerah ini biasanya memiliki ciri khas memiliki halaman besar dengan arsitektur rumah yang elit.

  6. Zona penglaju (commuters): daerah pinggiran kota. Biasanya, daerah ini ditempati oleh para karyawan yang bekerja di pusat kota.

Demikian penjelasan singkat tentang teori konsentris beserta pembagian wilayahnya. Semoga bermanfaat, ya! (DAP)