Konten dari Pengguna

Mengenal Teori Kutub Pertumbuhan beserta Sejarah dan Fungsinya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teori kutub pertumbuhan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teori kutub pertumbuhan. Foto: Pixabay

Teori kutub pertumbuhan atau dikenal pula dengan growth pole menyatakan pembangunan maupun pertumbuhan tidak terjadi di seluruh wilayah, tetapi hanya terbatas di beberapa tempat dengan variabel yang berubah-ubah intensitasnya.

Teori kutub pertumbuhan ini dicetuskan atau dikembangkan pertama kali oleh Francois Perroux pada tahun 1955.

Pelajari Teori Kutub Pertumbuhan dan Penjelasannya

Ilustrasi teori kutub pertumbuhan. Foto: Pixabay

Dalam situs lemhannas.go.id dikatakan bahwa teori kutub pertumbuhan diawali dari pengamatan terhadap pembangunan yang dilakukan Perroux.

Ia lantas menemukan fakta bahwa proses pertumbuhan atau perkembangan hanya muncul di lokasi-lokasi tertentu dengan kecepatan yang berbeda, bukan terjadi secara sentral. Selanjutnya tempat yang menjadi pusat pembangunan inilah yang dinamakan kutub pertumbuhan.

Dari kutub ini nantinya pembangunan akan menyebar ke kawasan sekitar. Hadirnya pusat pertumbuhan akan berpengaruh terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Dengan demikian kesejahteraan pun akan meningkat.

Sebelum teori kutub pertumbuhan, terdapat teori tempat sentral atau disebut dengan central place theory yang mendapat banyak kritikan. Bisa dikatakan bahwa teori kutub pertumbuhan ialah jawaban atas kritik yang dilontarkan pada teori tempat sentral.

Teori tempat sentral dikemukakan oleh Walter Christaller, seorang ahli geografi dari Jerman pada 1933. Teori ini menyatakan bahwa suatu daerah bisa menjadi sentral atau pusat yang berkaitan dan memberi dampak untuk kota atau pemukiman di sekitarnya. Dengan kata lain beragam keperluan berupa barang maupun jasa untuk pemukiman atau kota disekitar dapat disediakan oleh daerah pusat atau sentral.

Perkembangan konsep growth pole yang pesat menjadikannya banyak dipakai sebagai dasar untuk mengambil kebijakan oleh negara berkembang di tahun 1960-an maupun negara maju.

Teori kutub pertumbuhan berfungsi untuk menerangkan perkembangan ekonomi kota di suatu kawasan ekonomi yang luas dengan sumber daya yang menyebar. Teori pertumbuhan ekonomi ini bisa memaparkan perkembangan baik di negara berkembang maupun negara maju. Adanya pusat pertumbuhan dapat mempengaruhi beragam sektor misalnya, sosial, budaya, serta ekonomi, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian penjelasan tentang teori kutub pertumbuhan termasuk sejarah singkat dan fungsinya. Hadirnya berbagai pusat pertumbuhan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Salah satu contohnya adalah banyaknya peluang kerja di berbagai sektor. (DN)