Konten dari Pengguna

Mengenal Teori Labelling dalam Ilmu Sosiologi beserta Contohnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi foto teori labelling. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi foto teori labelling. Sumber foto: Unsplash

Dalam ilmu sosiologi, terdapat sebuah teori yang bernama labelling. Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Edwin M Lemert. Bagi sebagian orang mungkin istilah ini masih terdengar asing, bukan? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Teori Labelling dalam Ilmu Sosiologi dan Contoh di Kehidupan

Illustrasi foto teori labelling. Sumber foto: unsplash

Dikutip dari situs Britannica, teori labelling juga dikemukakan oleh Howard Beker pada tahun 1963 dalam karyanya yang berjudul Outsiders.

Teori labelling sendiri dikaitkan dengan pemberian label atau cap ke orang lain. Penyebab awal munculnya teori labelling adalah sebuah pertanyaan yang populer di kalangan kriminolog pada 1960-an yaitu, "Apa yang membuat beberapa orang memiliki tindakan menyimpang?"

Lalu, seiring berjalannya waktu, para ahli teori menyatakan bahwa kebanyakan masyarakat dan negara menciptakan sebuah kejahatan karena melabeli sesuatu.

Dikutip dari buku Sudut Pandang; Membaca Ragam Realitas Sosial karya Akbar, menurut Edwin Lemert, teori labelling adalah teori tentang di mana seseorang menjadi menyimpang karena proses labelling berupa julukan atau cap yang ditujukan kepada seseorang atau kelompok.

Dampak Pemberian Label atau Cap

Pemberian julukan atau label terhadap individu atau suatu kelompok, dapat berdampak bagi mental dan perilaku. Namun, itu juga tergantung dengan label yang diberikan apakah bersifat negatif atau positif.

Jika label yang diberikan memiliki konotasi negatif, maka akan memberikan dampat sebagai berikut.

  • Mempengaruhi mental prang yang diberi label. Ia akan mulai kehilangan kepercayaan dirinya, memandang sebelah mata diri sendiri, dan selalu berpikir negatif.

  • Pihak yang diberi label atau cap akan merasa diasingkan

  • Membuat pihak yang diberi label akan selalu menyimpang dan berperilaku buruk.

Menciptakan stigma buruk bagi pihak yang diberi label dan membuatnya semakin terasingkan dan terus berbuat perilaku menyimpang.

Contoh Labelling

  • Seorang anak yang tidak mengerjakan pr sekali dicap sebagai anak malas

  • Seorang perempuan yang sering keluar atau pulang malam dicap anak nakal

  • Seorang anak yang bisa mengerjakan soal matematika dianggap pintar

  • Perempuan yang tidak bisa memasak dicap sebagai pemalas

  • Seseorang yang menyelesaikan semua tugasnya dicap sebagai anak rajin

Itulah dia penjelasan teori labelling atau labeling dalam ilmu sosiologi. Semoga informasi yang diberikan bisa menambah ilmu pengetahuan kamu! (RAF)