Konten dari Pengguna

Mengenal Teori Yunan, Salah Satu Teori Asal Usul Nenek Moyang Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teori Yunan. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teori Yunan. Sumber: Unsplash

Teori Yunan merupakan salah satu teori yang fokus membahas mengenai asal-usul nenek moyang Indonesia.

Dikutip dari buku berjudul Guru Ilmu Pengetahuan Sosial Tema Sejarah SMP/MTs Kelas 7, teori Yunan adalah teori yang menjelaskan bahwa asal-usul nenek moyang orang Indonesia berasal dari Yunan karena adanya migrasi penduduk dari Asia Tengah ke Kepulauan Nusantara.

Sejarah Teori Yunan

Ilustrasi Teori Yunan. Sumber: Unsplash

Ada empat teori besar yang menjelaskan mengenai awal mula nenek moyang Indonesia, salah satunya adalah teori Yunan yang menjadi acuan.

Teori Yunan berbunyi bahwa bangsa Indonesia awalnya berasal dari sebuah daerah di Cina Selatan bernama Yunan. Dasar dari teori ini adalah penemuan teknologi dan kesamaan bahasa.

Awal mulanya, seorang sejarawan sekaligus arkeolog dari Austria bernama Robert Barron von Heine menjalankan kajian tentang kebudayaan megalitik di Pasifik dan Asia.

Hasil dari kajian tersebut menyebutkan bahwa pada tahun 2000 SM atau masa neolitikum sampai tahun 200 SM, ada bangsa yang bermigrasi dari Asia Utara ke Asia Selatan dalam beberapa gelombang.

Migrasi itu membuat banyak manusia purba mendiami pulau yang terbentang, mulai dari Madagaskar sampai Pulau Paskah di Chili.

Dukungan pada Teori Yunan

Teori Yunan mendapat dukungan dari beberapa ahli, antara lain:

  1. Mohammad Ali: menyebutkan bahwa bangsa Indonesia bermula dari Yunani yang kala itu terdesak untuk bergerak ke selatan akibat adanya suku lain yang lebih kuat.

  2. J.H.C. Kern: bahasa yang dipakai oleh orang di Kepulauan Indonesia adalah rumpun bahasa Austronesia atau Melayu Polinesia.

Bukti Arkeologi

Robert Barron von Heine Geldern juga menemukan beberapa bukti arkeologi. Salah satunya adalah kapak lonjong dan persegi di Nusantara yang bentuknya mirip dengan kapak di Asia Tengah.

Tak hanya itu, kapak asia yang menyebar di Asia juga ditemukan pada bagian barat Indonesia. Sedangkan, kapak lonjong banyak terdapat di Indonesia bagian timur.

Nah, itu dia sekilas pembahasan mengenai teori Yunan yang ternyata juga dilengkapi oleh berbagai bukti serta dukungan dari para ahli.(LAU)