Konten dari Pengguna

Mengenal Tokoh yang Mengetik Naskah Proklamasi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Tokoh yang Mengetik Naskah Proklamasi. Sumber: Ahmad Farhan/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Tokoh yang Mengetik Naskah Proklamasi. Sumber: Ahmad Farhan/Pexels.com

Proklamasi kemerdekaan tidak lepas dari pembacaan naskah proklamasi. Naskah ini diketik oleh seseorang yang berjasa dalam keberlangsungan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Lantas, siapa yang mengetik naskah proklamasi?

Jawabannya adalah Sayuti Melik. Agar semakin paham biografi singkatnya, simak selengkapnya dalam ulasan di bawah ini!

Sayuti Melik, Tokoh yang Mengetik Naskah Proklamasi

Ilustrasi: Tokoh yang Mengetik Naskah Proklamasi. Sumber: Irgi Nur Fadil/Pexels.com

Berikut adalah biografi singkat Sayuti Melik sebagai tokoh yang mengetik naskah proklamasi:

1. Asal-usul Nama Sayuti Melik

DPP Golkar dalam buku berjudul Mediakarya: majalah bulanan Dewan Pimpinan Pusat Golongan Karya, Issues 53-66 menjelaskan bahwa Sayuti Melik mempunyai nama asli Mohammad Ibnu Sayuti.

Ia dikenal dengan nama panggilan Sayuti atau Yuti. Sementara, sebutan Melik merupakan nama samarannya yang digunakan saat ia berada di Semarang, Jawa Tengah pada 1938 sebagai penjaga pojok Majalah Pesat.

2. Keluarga Sayuti Melik

Sayuti Melik dilahirkan pada 25 November 1908 dari sepasang suami istri, yakni Abdul Muin alias Parto Prawito dengan Sumilah. Ia lahir di Desa Kadilogara, Rejondani, Sleman, Yogyakarta. Lokasi ini berdekatan dengan Gunung Merapi, bahkan ada di lereng gunung.

Menginjak usia dewasa, Sayuti Melik memperistri SK Trimurti. Atas pernikahan keduanya, mereka dikaruniai 2 orang anak yang bernama Musafir Karma Budiman dan Heru Baskoro.

3. Pendidikan Sayuti Melik

Sayuti Melik semenjak usia kanak-kanak telah mempunyai sifat nasionalis dan patriotis yang tinggi. Ia bersekolah di Sekolah Ongko Loro yang setara dengan sekolah dasar dan berlokasi di Desa Srowolan.

Tahun 1920, Sayuti Melik melanjutkan pendidikan di Sekolah Guru yang berlokasi di Solo. Akan tetapi, pendidikannya harus terhenti sebab ia ditangkap Belanda karena dicurigai bergabung dalam aktivitas politik.

4. Tuduhan terhadap Sayuti Melik

Pada 1926, Sayuti Melik dituduh ikut membantu PKI oleh Belanda. Ia pun dibuang ke Boven Digul hingga tahun 1933. Kemudian, Sayuti Melik ditangkap Inggris pada 1933 dan dipenjara di Singapura selama kurang lebih 1 tahun.

Bukan hanya itu, pada masa kependudukan Jepang, Sayuti Melik kembali dipenjara sebab dituduh menyebarkan selebaran PKI. Ia dibebaskan sebelum Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

5. Peran Sayuti Melik dalam Penyusunan Teks Proklamasi

Sayuti Melik mempunyai peran dalam penyusunan teks proklamasi kemerdekaan di rumah Laksamana Maeda. Teks proklamasi yang telah disusun tersebut kemudian diserahkan kepada Sayuti Melik agar dapat diketik pada 17 Agustus 1945 dini hari.

Ketika Sayuti Melik mengetik teks proklamasi tersebut, ada tiga perubahan yang ia lakukan, yakni:

  • Mengganti kata ‘tempoh’ menjadi ‘tempo’.

  • Pengubahan tulisan bulan serta hari.

  • Kata ‘Wakil-Wakil Bangsa Indonesia’ diganti menjadi ‘Atas Nama Bangsa Indonesia’.

Kemudian, Sayuti Melik juga menyarankan teks proklamasi tersebut dapat ditandatangani oleh Soekarno (Bung Karno) dan Mohammad Hatta (Bung Hatta) atas nama bangsa Indonesia.

Sayuti Melik meninggal dunia pada 27 Februari 1989 di Jakarta. Ia meninggal pada usia 80 tahun dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Demikianlah ulasan singkat tentang tokoh yang mengetik proklamasi kemerdekaan. Semoga bermanfaat! (Ek)