Mengetahui Asal Usul Candi Sewu dalam Legenda Roro Jonggrang

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Candi Sewu atau Manjusrigrha merupakan kompleks candi Buddha paling besar kedua sesudah Candi Borobudur. Asal-usul Candi Sewu lekat dengan legenda Roro Jonggrang.
Candi ini berada di Kompleks Candi Prambanan, berlokasi di Jalan Raya Solo KM 16 Klurakbaru, Tlogo, Kalasan, Sleman, DIY. Tepatnya, 800 m di sebelah utara Candi Prambanan. Agar semakin paham, simak ulasan berikut!
Asal Usul Candi Sewu
Jacques Dumarcay dalam buku berjudul Candi Sewu dan Arsitektur Bangunan Agama Buddha di Jawa Tengah menjelaskan bahwa Candi Sewu di bangun pada abad ke-8.
Candi Sewu menjadi candi paling tua dari Candi Borobudur dan Prambanan. Selain itu, Candi Sewu mempunyai Candi Induk dan Candi Perwara.
Candi Sewu mempunyai diameter 29 m dengan tinggi 30 m dan terletak di tengah-tengah atau disebut Candi Induk.
Sementara, candi yang ukuran kecil mengelilingi candi utama dan disebut sebagai Candi Perwara dan Candi Penjuru. Kedua candi ini ada di pelataran luar Candi Induk atau Utama.
Meski sebutannya seribu candi, namun candi ini hanya mempunyai 249 candi. Sedangkan, penamaan Candi Sewu diambil dari bahasa Jawa artinya candi seribu. Sebab, candi ini memang jumlahnya sangat banyak.
Asal-usul Candi Sewu sesuai Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 M serta Prasasti Manjustighra yang berangka tahun 792 M, menjelaskan nama asli dari Candi Sewu adakah Prasada Vajrasana Manjusrigrha.
Istilah dari prasada artinya candi atau kuil, vajrajasana artinya tempat, wajra artinya intan atau halilintar bertakhta, serta Manjusrigrha artinya rumah Manjusri. Manjusri merupakan salah satu Boddhisatwa (calon biksu) pada ajaran Buddha.
Candi Sewu berkaitan erat dengan legenda nusantara Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso, di mana Bandung Bondowoso harus membangun 1.000 candi dalam semalam.
Candi Sewu sendiri didirikan pada masa Dinasti Syailendra. Pembangunan candi diawali oleh Rakai Panangkaran dari Kerajaan Mataram Kuno, kemudian dilanjutkan oleh Rakai Pikatan di masa Dinasti Sanjaya.
Candi Sewu mempunyai corak Buddha dan pada masa Dinasti Syailendra, candi ini dijadikan pusat ibadah umat Buddha.
Kompleks Candi Sewu mempunyai panjang setidaknya 185 m dari sisi utama menuju selatan dengan lebar 165 m dari sisi timur menuju sisi barat. Candi Sewu mempunyai pintu masuk di masing-masing penjuru mata angin, mulai dari selatan, utara, timur, dan barat.
Demikianlah asal-usul Candi Sewu yang erat kaitannya dengan legenda Roro Jonggrang. Semoga bermanfaat! (ek)
