Mengetahui Penyebab Kegagalan Kabinet Natsir

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa penyebab kegagalan Kabinet Natsir? Kegagalan Kabinet Natsir sendiri membuat kabinet ini harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden.
Drs. Anwar Kurnia dan Drs. H. Moh. Surono dalam buku berjudul Sejarah 3: SMP Kelas IX menjelaskan bahwa Kabinet Natsir menjalankan tugas pada 6 September 1950 - 27 April 1951.
Agar semakin paham apa penyebab dari kegagalan Kabinet Natsir, simak dalam pembahasan di bawah ini!
Apa Penyebab Kegagalan Kabinet Natsir?
Kabinet Natsir adalah kabinet yang pertama dibentuk setelah pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS). Kabinet Natsir resmi dibentuk pada 7 September 1950 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 9 Tahun 1950.
Nana Supriatna dalam buku berjudul Sejarah untuk Kelas XII menjelaskan bahwa Kabinet Natsir merupakan kabinet yang dibangun berdasarkan koalisi dengan anggota inti dari Partai Masyumi.
Partai Nasional Indonesia (PNI) dalam Kabinet Natsir tidak memperoleh jatah jabatan sama sekali. Jadi, yang paling banyak mendapatkan jabatan adalah orang dari Partai Masyumi.
Meski demikian, dalam Kabinet Natsir juga ada orang-orang yang berasal dari non partai.
Perlu diketahui, setelah masa proklamasi kemerdekaan Indonesia, Natsir lebih dahulu menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebelum akhirnya terpilih menjadi perdana menteri.
Pada 3 April 1950, Natsir mengajukan Mosi Integral Natsir. Tujuannya untuk memulihkan keutuhan bangsa Indonesia dalam NKRI yang sebelumnya masih berbentuk serikat.
Soekarno pun selanjutnya mengangkat Mohammad Natsir sebagai perdana menteri pada 17 Agustus 1950. Mohammad Natsir yang diangkat menjadi perdana menteri ini juga menjadi awal terbentuknya Kabinet Natsir pada 6 September 1950.
Sayangnya, selama berlangsungnya Kabinet Natsir, banyak muncul pemberontakan di berbagai wilayah Indonesia, misalnya Gerakan DI/TII, Gerakan APRA, Gerakan Andi Azis, serta Gerakan RMS.
Bukan hanya itu, permasalahan tentang Irian Barat juga terus berlangsung dan belum berhasil ditemukan cara penanganannya. Hal inilah mengapa banyak sekali masalah pemberontakan yang bermunculan.
Selanjutnya, pada 22 Januari 1951, parlemen Indonesia menyampaikan Mosi Tidak Percaya. Kemudian, pada 21 Maret 1951, diperoleh hasil bahwa Mosi Tidak Percaya mendapatkan kemenangan.
Hal inilah yang kemudian dibarengi dengan mundurnya Natsir dari jabatannya. Mohammad Natsir mengembalikan mandat kepada Presiden Soekarno dan menjadi tanda berakhirnya Kabinet Natsir.
Demikianlah penjelasan tentang penyebab kegagalan Kabinet Natsir. Semoga bermanfaat! (Ek)
