Mengetahui Sejarah Kopi di Indonesia dan Perkembangannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kopi adalah salah satu minuman andalan masyarakat Indonesia. Sejarah kopi di Indonesia sendiri sudah dimulai pada masa kolonial Belanda, tepatnya tahun 1696.
Selanjutnya,kopi terus berkembang hingga sekarang. Lantas bagaimana sejarah kopi hingga perkembangannya di Indonesia? Simak dalam ulasan di bawah ini.
Sejarah Kopi di Indonesia
Wenny Beksi Sunarharu dalam buku berjudul Sains Kopi Indonesia menjelaskan bahwa Indonesia terkenal pada beberapa abad silam sebagai negara penyedia kopi dunia termasuk untuk Eropa, USA, dan negara yang lain.
Kondisi ini tidak dapat lepas dari peranan kolonialisme di masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), sebuah Persekutuan Dagang/Perusahaan Hindia Timur Belanda.
Pada masa itu Indonesia dijadikan sebagai negara pusat produksi hasil perkebunan, seperti kopi dan rempah-rempah. Pada abad ke-15, VOC membuat perjanjian dengan Sultan Banten.
Tujuan perjanjian tesebut untuk mengadakan proyek penanaman kopi di Jawa dan pertama kali perkembangan budi daya kopi muncul di abad ke-16 sampai abad ke-17.
Belanda awalnya membawa kopi jenis arabika dari Malabar, India menuju Pulau Jawa. Kemudian budidaya kopi pertama kali dilakukan kompeni di Kedawung, sebuah kawasan agrikultur dekat Batavia. Namun, budidaya ini gagal akibat adanya cuaca ekstrim dan bencana alam.
Tiga tahun kemudian, kompeni membawa batang kopi hasil stek dari Malabar. Pada tahun 1706, biji kopi tersebut di tanam, di pulau Jawa dan meraih sukses besar dan menjadi sangat populer.
Pada masa tanam paksa, VOC bisa mendapatkan keuntungan yang melimpah dan bisa menguasai perdagangan kopi selama dua abad lebih.
Perkembangan kopi kemudian berlanjut dengan dimulainya PTPN XII sejak tahun 1896 juga komersialisasi kopi yang diawali dengan hadirnya kopi Tek Sun Ho pada tahun 1878 (kopi WARTIN alias Warung Tinggi).
Selanjutnya muncul kopi Kapal Api yang diprakarsai oleh Go Soe Loet tahun 1927, ada juga kopi Singa yang diprakarsai Go See Pwe pada tahun 1928 dan kopi Aroma yang diprakarsai Tan Houw Sian tahun 1930.
Bisnis kopi Indonesia terus berkembang dan membawa kopi menjadi komoditas yang populer dekade terakhir. Indonesia juga termasuk produsen serta eksportir paling besar kedua sesudah Vietnam di lingkup ASEAN.
Indonesia juga importir paling besar keempat di ASEAN sesudah Filipina, Malaysia, juga Thailand. Penyebutan secangkir kopi dengan istilah 'cup of java' adalah bukti bahwa sejarah kopi di dunia erat kaitannya dengan Indonesia.
Itulah sejarah kopi di Indonesia dan perkembangannya yang menarik untuk diketahui. Semoga bermanfaat. (Ek)
