Mengintip Fakta dan Dampak Perang Tahun Naga

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membahas mengenai fakta dan dampak perang Tahun Naga menjadi pembahasan yang menarik.
Dikutip dari buku Perkembangan Masyarakat Global, Perang Tahun Naga atau Perang Boshin dimulai dengan Pertempuran Toba Fushimi, yaitu tentara yang dipimpin Choshu dan Satsuma mengalahkan tentara mantan shogun.
Lantas, apa saja fakta dan dampak perang tahun naga?
Mengintip Fakta dan Dampak Perang Tahun Naga
Berikut ini berbagai fakta dan dampak Perang Tahun Naga:
1. Kepemimpinan Jepang
Lebih dari 200 tahun lamanya Jepang pernah dipimpin oleh syogun, padahal seharusnya puncak kepemimpinan dipegang oleh kaisar. Masa tersebut terjadi sejak 1603 sampai 1867.
Syogun Jepang yang berkuasa adalah garis keturunan klan Tokugawa atau mereka yang diangkat menjadi keluarga Tokugawa. Syogun pertama di Jepang adalah Minamoto Yorimoto yang diangkat kaisar sebagai pemimpin militer pada 1192.
2. Kembalinya Kaisar
Walaupun beberapa syogun berhasil memerintah jepang dengan bijaksana, namun beberapa lainnya bersikap otoriter dan semena-mena. Maka dari itu banyak rakyat yang merasa kecewa dan ingin menurunkan syogun.
Hingga suatu masa, Jepang mengalami krisis sehingga banyak rakyat kelaparan serta tidak bisa membyaar pajak. Mulanya kerusuhan terjadi di daerah tertentu namun dengan cpat menyebar ke kota besar.
3. Kembalinya Kaisar
Tahun 1868 Jepang dipimpin kaisar muda bernama Mutsuhito Meiji yang bekerja sama dengan pihak asing. Di sisi lain, terdapat pula syogun yang berkuasa bernama Tokugawa Yoshinobu yang mempunyai pasukan militer berupa samurai yang tangguh.
Permusuhan kedua kekuasaan mulai terjadi sejak Januari 1868 yang disebut Perang Bonshin. Perang tersebut kemudian berakhir pada Mei 1869. Akhirnya, pihak kaisar berhasil merebut kekuasan kembali dengan dibantu pihak asing.
4. Kemajuan Jepang
Negara Jepang yang terkenal dengan kemajuan teknologi dan etos kerjanya adalah kondisi akibat peristiwa Perang Boshin. Pasalnya, jika tetap menggunakan syogun maka Jepang tetap menjadi negara feodal tradisional dan tidak mengenal teknologi.
Dari Perang Boshin juga banyak masyarakat Jepang yang percaya bahwa tidak selamanya kemenangan ada di pihak feodalisme yang tradisional dan kaku.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai fakta dan dampak Perang Tahun Naga. (LAU)
