Konten dari Pengguna

Mengintip Latar Belakang CAFTA Sebagai Organisasi Ekonomi

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Latar Belakang CAFTA. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Latar Belakang CAFTA. Sumber: Unsplash

Keberadaan CAFTA telah memberi pengaruh besar bagi ekonomi negara yang menjadi anggotanya. Latar belakang CAFTA sendiri bermula dari adanya inisiatif China dan negara-negara ASEAN untuk membentuk kawasan perdagangan bebas.

Dikutip dari buku Jurnal Penelitian Politik Demokrasi Mati Suri oleh Yayasan Obor Indonesia, Free Trade Area antara CAFTA dan China ini tentu menawarkan prospek di masa depan bagi kedua belah pihak.

Simak pembahasan mengenai latar belakang CAFTA sebagai organisasi ekonomi dalam ulasan di bawah ini.

Latar Belakang CAFTA Sebagai Organisasi Ekonomi

Ilustrasi Latar Belakang CAFTA. Sumber: Unsplash

Untuk meningkatkan kualitas ekonomi negara, dibentuklah berbagai organisasi ekonomi yang menyatukan berbagai negara. Salah satu organisasi ekonomi bersifat regional yang berisikan anggota dari beberapa negara, yaitu CAFTA.

CAFTA atau China Asean Free Trade Area merupakan kawasan perdagangan bebas antara negara anggota ASEAN dengan China.

Latar belakang berdirinya CAFTA diawali dengan adanya inisiatif dari China serta beberapa negara anggota ASEAN untuk bekerja sama dalam bidang perdagangan, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masing-masing.

Perjanjian multilateral China-ASEAN Free Trade Area tersebut resmi ditandatangani pada KTT ASEAN di Filipina tahun 2007. Setelah itu, CAFTA pun resmi terbentuk. Namun, realisasi pembentukan tersebut baru dimulai pada 2010.

Total ada 7 negara yang menjadi anggota CAFTA pada awal pembentukannya, yakni Indonesia, Cina, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Kemudian pada 2012, 5 negara ASEAN lain turut bergabung dengan CAFTA, antara lain Laos, Kamboja, Vietnam, Brunei Darussalam, dan Myanmar.

Sebagai organisasi ekonomi, CAFTA memiliki beberapa tujuan dalam pembentukannya, yakni:

  • Liberasi perdagangan barang maupun jasa

  • Meningkatkan daya saing pasar industri

  • Meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi, meliputi perdagangan serta investasi di antara negara-negara anggota

  • Menciptakan sistem transparansi perdagangan guna mempermudah pengawasan

Untuk mewujudkan tujuan tersebtu, CAFTA mempunyai beberapa program utama, yakni:

  • Menerapkan sistem perdagangan bebas dengan negara anggota

  • Mempermudah peraturan serta ketentuan investasi

  • Melaksanakan konferensi rutin bersama negara-negara anggota

  • Meningkatkan akses pasar barang dan jasa

Demikian pembahasan mengenai latar belakang CAFTA sebagai organisasi ekonomi regional. (LAU)