Konten dari Pengguna

Mengintip Pengertian dan Sejarah Tabot Bengkulu

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Tabot Bengkulu. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Tabot Bengkulu. Sumber: Unsplash

Sejarah Tabot Bengkulu menjadi tradisi yang menarik untuk diketahui.

Dikutip dari buku 100 Tradisi Unik di Indonesia oleh Fatiharifah, kata "tabot" berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti "peti atau kotak kayu". Tradisi ini bertujuan untuk mengenang kepahlawanan cucu Rasulullah SAW, Husein, yang gugur pada Perang Karbala tahun 681 M.

Lantas, bagaimana penjelasan lengkap dari Tabot Bengkulu?

Pengertian Tabot Bengkulu

Ilustrasi Sejarah Tabot Bengkulu. Sumber: Unsplash

Tabut atau Tabot adalah salah satu warisan budaya tak benda yang berasal dari Provinsi Bengkulu. Tradisi ini dilakukan masyarakat Bengku dengan tujuan mengenang kisah kepahlawanan Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad SAW, yang meninggal dalam perang.

Kedua cucu Rasulullah SAW tersebut gugur pada peperangan melawan pasukan Ubaidillah bin Zaid tanggal 10 Muharram 61 Hijriah di Karbala.

Dalam pelaksanaan tradisi Tabot, terdapat ketentuan yang harus ditaati dalam tahapan-tahapan tertentu, yakni:

  • Mengambil Tanah: dilaksanakan pada malam 1 Muharram dengan mengambil tanah yang dianggap memiliki nilai magis dari dua tempat, yakni Keramat Tapak Paderi dan Keramat Anggut.

  • Duduk Penja: dilakukan di rumah sesepuh pada 5 Muharram sore hari.

  • Menjara: dilaksanakan dua kali pada 6 dan 7 Muharram dengan mengunjungi kelompok keluarga lain untuk beruji alat musik tradisional.

  • Meradai: dilakukan pada siang hari tanggal 6 Muharram.

  • Arak Penja: dilaksanakan pada malam kedelapan bulan Muharram.

  • Arak Serban: dilaksanakan pada malam kesembilan Muharram.

  • Gam: tidak melakukan kegiatan apa pun pada pukul 7 pagi sampai 4 sore.

  • Arak Gedang: dilaksanakan pada 9 Muharram.

  • Tabot Terbuang: acara terakhir yang dilakukan dengan berkumpul di Lapangan Merdeka.

Sejarah Tabot Bengkulu

Tradisi Tabot masuk ke Bengkulu dari Bengali dan Madras oleh penganut Syiah di selatan India. Orang yang membawa tradisi ini pernah menjadi pekerja pembangunana Benteng Marlborough tahun 1718 sampai 1719.

Para pekerja kemudian menetap serta membangun komunitas bernama Berkas yang terletak di Kelurahan Tengah Padang. Upacara tabot yang dibawa lalu mengalami akulturasi dengan budaya lokal yang sudah ada di Bengkulu.

Penyatuan kedua budaya kemudian semakin berkembang menjadi tradisi lokal yang sampai sekarang disebut Tradisi Tabot. Tradisi ini juga pernah mengalami perkembangan sampai ke Aceh, namun kini hanya Bengkulu yang melestarikannya.

Itu dia sekilas pembahasan mengenai pengertian dan sejarah Tabot Bengkulu.(LAU)