Konten dari Pengguna

Mengulas Kronologi Peristiwa Rengasdengklok Singkat

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kronologi peristiwa Rengasdengklok singkat (gambar: unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kronologi peristiwa Rengasdengklok singkat (gambar: unsplash.com)

Bagaimana kronologi peristiwa Rengasdengklok singkat? Terjadinya peristiwa Rengasdengklok menjadi satu sejarah yang sangat membekas bagi Indonesia.

Peristiwa ini merupakan peristiwa penculikan terhadap kedua tokoh proklamasi, Soekarno dan Hatta, tepat satu hari sebelum berlangsungnya Proklamasi Kemerdekaan.

Oleh karenanya, peristiwa ini menjadi bagian penting yang membuat Indonesia mengumumkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Untuk mengetahui kronologi singkatnya, simak uraian di bawah ini.

Kronologi Peristiwa Rengasdengklok Singkat

Ilustrasi kronologi peristiwa Rengasdengklok singkat (gambar: unsplash.com)

Kronologi peristiwa Rengasdengklok singkat bisa dimulai dari saat Jepang menjajah Indonesia dan ambisi mereka untuk membangun imperium Asia Timur Raya di masa Perang Dunia II.

Kalahnya Jepang atas terjadinya pemboman Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat, memberi dampak besar bagi Indonesia. Desakan untuk segera melakukan Proklamasi Kemerdekaan pada Soekarno dan Hatta pun semakin tinggi.

Sejak itu, muncullah ketegangan antara golongan muda dan golongan tua yang ingin secepatnya memproklamasikan kemerdekaan. Kedua golongan memiliki perbedaan mengenai kesepakatan akan waktu yang tepat dalam mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Berbeda dengan pendapat para golongan muda, Soekarno dan Hatta ingin proklamasi dilakukan melalui PPKI. Golongan muda yang dipimpin oleh Chaerul Saleh pun menolak.

Golongan muda menuntut agar proklamasi kemerdekaan dilakukan pada 16 Agustus 1945 dengan ancaman jika Soekarno dan Hatta menolak, akan terjadi sebuah pergolakan besar.

Meksi sudah memberi ancaman, permintaan golongan muda ditolak oleh Soekarno yang saat itu masih menjadi ketua PPKI. Karena menerima penolakan, golongan muda mengadakan rapat di Jalan Cikini 71, Jakarta.

Akhirnya, setelah mengutus Wikana dan Darwis, Soekarno dan Hatta diculik yang setelahnya menuntut keduanya untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 16 Agustus 1945.

Di hadapan Shodanco Singgih, Soekarno dan Hatta menyetujui akan mengadakan proklamasi secepatnya dengan syarat proklamasi harus dilakukan di Jakarta.

Keesokan harinya, Ahmad Subardjo menjemput Soekarno dan Hatta untuk kembali ke Jakarta. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia akhirnya diumumkan pada 17 Agustus 1945.

Tuntutan dari Golongan Muda

Ilustrasi kronologi peristiwa Rengasdengklok singkat (gambar: unsplash.com)

Golongan muda memutuskan untuk menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Tujuannya, yaitu demi menjauhkan keduanya dari pengaruh Jepang yang masih memiliki ambisi dapat menguasai Indonesia.

Meskipun Jepang telah kalah, mereka tetap melarang para penduduk untuk dapat berkomunikasi, seperti mendengarkan radio. Hal tersebut membuat penduduk Indonesia terlambat mengetahui tentang proklamasi.

Namun, para pemuda tidak menyerah begitu saja dan tetap berjuang mendapat kebebasan sehingga para pemuda berusaha menyampaikan kabar mengenai kemerdekaan melalui radio dan berbagai media yang kemudian disebar ke seluruh daerah di Indonesia. (AML)