Mengulas Sejarah Budi Utomo dan Kaitannya dengan Pergerakan Nasional Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Budi Utomo dimulai dari pendiriannya yang dilakukan oleh para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) pada tanggal 20 Mei 1908.
Penggagas organisasi Budi Utomo bernama dr. Wahidin Soedirohusodo. Adapun nama Budi Utomo sendiri diusulkan oleh Soeradji dengan mengusung semboyan Indie Vooruit (Hindia Maju).
Tokoh-tokoh yang ada di balik pendirian organisasi ini, antara lain Soeradji Tirtonegoro, Dr. Soetomo, Mohammad Soelaiman, Gondo Soewarno, Mochammad Saleh, Raden Mas Goembrek, M. Soewarno, Raden Angka Prodjosoedirdjo, serta Goenawan Mangoenkoesoemo.
Pada artikel ini, akan dijelaskan mengenai sejarah Budi Utomo dan tujuannya lebih lengkap.
Sejarah Budi Utomo
Kini, tanggal berdirinya organisasi Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Pada mulanya, pergerakan dan sejarah Budi Utomo diawali dari pendirian STOVIA pada penghujung abad ke-19. Kala itu, bertepatan dengan menyebarnya berbagai wabah penyakit di Pulau Jawa.
Pemerintah Belanda pun, pada akhirnya, mendirikan STOVIA guna mencetak dokter dari Indonesia atau kalangan pribumi sebab mendatangkan dokter dari Eropa untuk mengatasi wabah penyakit sangatlah mahal.
Tak hanya itu, STOVIA juga menggratiskan biaya pendidikan di STOVIA guna menarik minat kaum bumiputra atau putra asli Indonesia.
Seiring berjalannya waktu, adanya STOVIA ternyata bukan hanya mencetak para dokter yang cakap serta terampil. Namun, hal ini juga menjadi tempat menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan para pemuda.
Selanjutnya, kelahiran Budi Utomo diawali dari pertemuan dr. Wahidin Soedirohusodo dengan R. Soetomo dan M. Soeradji. Pada pertemuan tersebut, dr. Wahidin mencetukan berbagai ide untuk mencerdaskan bangsa, yakni "studiefonds" atau dana pendidikan.
Menurutnya, apabila bangsa cerdas, maka tak akan mudah diadu domba para penjajah dan diatur oleh mereka. Hal ini pun didukung oleh R. Soetomo dan kawan-kawannya.
Rasa nasionalisme serta perjuangan yang tinggi dalam diri mereka sangat cocok dengan gagasan yang disampaikan oleh dr. Wahidin. Dari sinilah, akhirnya terbentuk perhimpunan atau organisasi Budi Utomo.
Mengusung prinsip mencerdaskan bangsa, organisasi Budi Utomo memang tidak bersinggungan atau menyentuh ranah politik. Hal ini terbukti, sejak tahun 1908-1926, Budi Utomo masih aktif di bidang sosial serta budaya tanpa adanya unsur politik.
Tujuan Budi Utomo dan Pengaruhnya dengan Pergerakan Nasional
Dalam waktu lima bulan sejak didirikan, organisasi Budi Otomo berhasil mengumpulkan 1.200 anggota.
Kemudian, pada bulan Oktober 1908, organisasi ini mengadakan Kongres Pertama di Yogyakarta.
Ketika kongres tersebut, diadakan pula pemilihan untuk ketua organisasi Budi Otomo. Menghasilkan Raden Adipati Tirtokusumo sebagai ketua dan dr. Wahidin Soedirohusodo sebagai wakil ketua.
Tujuan Budi Utomo juga tertuang dalam Kongres Pertama ini. Tujuan organisasi ini, antara lain:
Menjamin kehidupan sebagai bangsa terhormat.
Membuka pemikiran penduduk Hindia tanpa pandang keturunan hingga agama.
Meningkatkan penghidupan bangsa melalui pendalaman seni dan budaya.
Pada dasarnya, organisasi Budi Utomo berkaitan erat dengan pergerakan nasional Indonesia sebab kehadirannya mampu membangkitkan semangat persatuan bangsa Indonesia.
Awalnya, anggota organisasi ini dibatasi hanya untuk penduduk Jawa dan Madura. Lambat laun, meluas sampai Bali dan kemudian tersebar tanpa pandang keturunan, agama, dan jenis kelamin. (DN)
