Mengulas Sejarah Tugu Manyar Gresik Beserta Filosofinya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tugu Manyar Gresik merupakan salah satu ikon terkenal di Kabupaten Gresik. Sejarah Tugu Manyar Gresik ternyata sangat menarik. Pasalnya, pembangunan tugu ini tidak lepas dari sosok tokoh agama, yakni KH Sahlan.
Lantas, bagaimana sejarah dan filosofi dari Tugu Manyar Gresik? Untuk lebih jelasnya, simak dalam uraian di bawah ini!
Sejarah Tugu Manyar Gresik
Edy Santoso dalam buku berjudul Cerita Rakyat dari Jawa Timur 3 menjelaskan bahwa Kabupaten Gresik yang terletak di Provinsi Jawa Timur ini dulunya terkenal dengan sebutan Giri.
Kabupaten Gresik mempunyai berbagai bangunan bersejarah, salah satunya Tugu Manyar yang terletak di tengah ruas Jalan Raya Manyar, Gresik, Jawa Timur. Banyak masyarakat setempat yang percaya bahwa tugu ini bukan hanya sekadar tugu biasa.
Tugu Manyar Gresik dibangun atas kontribusi dari tokoh agama terkemuka, yakni KH Sahlan. Terdapat dua versi cerita sejarah KH Sahlan dalam pembangunan tugu ini.
Dipercaya bahwa KH Sahlan menaruh botol di bagian dasar tugu ketika proses pembangunan Tugu Manyar. Botol tersebut ada yang mengatakan berisi air dan ada pula yang mengatakan berisi kertas. Namun, kebenarannya hingga sekarang pun masih simpang siur.
Filosofi Tugu Manyar Gresik
Tugu Manyar Gresik menyimpan filosofi yang berkaitan dengan semangat mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Bentuk Tugu Manyar menyerupai bambu runcing yang merupakan salah satu senjata ketika perang kemerdekaan zaman dahulu.
Menurut cerita, Tugu Manyar Gresik dibangun tidak lepas dari semangat juang kemerdekaan Indonesia. Bangunan tugu ini mencatatkan tanggal pembangunan pada 17 Agustus 1960.
Karena itu, masyarakat menyebut Tugu Manyar Gresik sebagai tugu yang bisa membangkitkan kenangan perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia.
Di sisi lain, terdapat berbagai filosofi terkait Tugu Manyar Gresik ini, antara lain:
Bagian ujung Tugu Manyar Gresik berwarna putih dengan tampilan garis mengerucut sebanyak 17 buah. Jumlah tersebut menggambarkan tanggal kemerdekaan Indonesia.
Pada bagian bawahnya, terdapat 8 garis kotak berwarna biru yang menggambarkan bulan kemerdekaan Indonesia.
Pada bagian bawah tugu, terdapat garis-garis kotak berwarna hijau sebanyak 45 buah. Angka ini mengingatkan tahun kemerdekaan Indonesia, yakni 1945.
Dengan hadirnya Tugu Manyar Gresik, membuktikan bahwa orang pada zaman itu mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi, maju, dan pastinya mempunyai jiwa pejuang yang gigih.
Itulah penjelasan tentang sejarah Tugu Manyar Gresik yang erat kaitannya dengan bukti semangat kemerdekaan. Semoga membantu! (ek)
