Mengungkap Isi Trikora dalam Peristiwa Pembebasan Irian Barat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trikora, singkatan dari "Tritura Komando Rakyat", adalah sebuah pernyataan penting yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 19 Desember 1961.
Poin penting dari isi Trikora, antara lain gagalkan pembentukan negara boneka Papua, kibarkan sang Merah Putih, dan bersiaplah untuk mobilisasi umum.
Lalu, apa penjelasan dari isi Trikora tersebut? Simak artikel ini.
Sejarah dan Penjelasan Isi Trikora
Dengan munculnya pernyataan Trikora ini, menandai langkah tegas Indonesia dalam membebaskan Irian Barat (sekarang Papua) dari penjajahan Belanda. Trikora menjadi simbol perlawanan yang kuat dan menginspirasi dalam perjuangan pembebasan Irian Barat.
Mengutip buku 25 Tahun Trikora, berikut ini adalah penjelasan dari isi Trikora:
1. Gagalkan Pembentukan Negara Boneka Papua
Salah satu poin utama dalam Trikora adalah penolakan keras terhadap upaya Belanda untuk membentuk negara boneka di Irian Barat. Belanda berencana membentuk negara Papua dengan tujuan memisahkan Irian Barat dari Indonesia.
Namun, dalam Trikora, Soekarno dengan tegas menolak pembentukan negara tersebut dan menyatakan bahwa Indonesia tidak akan pernah mengakui atau menerima keberadaannya.
2. Kibarkan Bendera Merah Putih di Irian Barat
Trikora juga mengajukan tuntutan agar bendera Merah Putih dikibarkan di Irian Barat sebagai simbol kedaulatan dan integrasi wilayah tersebut ke dalam Indonesia. Bendera Merah Putih melambangkan persatuan, kemerdekaan, dan identitas Indonesia.
Dalam Trikora, Soekarno menyampaikan pesan kuat bahwa Irian Barat adalah bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia dan bendera negara Indonesia harus berkibar di wilayah tersebut.
3. Bersiaplah Mobilisasi Umum untuk Pertahankan Kemerdekaan
Dalam Trikora, Soekarno juga menyerukan mobilisasi umum untuk mempertahankan kemerdekaan dan melawan penjajahan Belanda di Irian Barat. Ia meminta rakyat Indonesia untuk bersatu, bersiap, dan berjuang demi pembebasan Irian Barat.
Trikora menjadi panggilan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam perjuangan nasional dan mendukung upaya pembebasan wilayah yang masih dijajah. Semangat perjuangan dan tekad yang kuat untuk membebaskan Irian Barat pun terus tumbuh.
Akhirnya, perjuangan yang dicanangkan dalam Trikora berhasil membuahkan hasil. Setelah berbagai peristiwa dan perundingan internasional, Irian Barat secara resmi diserahkan ke Indonesia pada tahun 1963.
Trikora menjadi momen bersejarah dalam perjuangan pembebasan Irian Barat dan meninggalkan warisan penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.(AZS)
