Konten dari Pengguna

Mengungkap Penyebab Jatuhnya Kabinet Natsir Tahun 1951

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penyebab Jatuhnya Kabinet Natsir. Sumber: Pexels.com/Andrea Piacquadio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penyebab Jatuhnya Kabinet Natsir. Sumber: Pexels.com/Andrea Piacquadio

Salah satu penyebab jatuhnya Kabinet Natsir pada tahun 1951 adalah kabinet tersebut mengalami kegagalan dalam menyelesaikan masalah Irian Barat. Selain hal itu, ada beberapa penyebab lain yang membuat kabinet tersebut jatuh.

Penyebab lain adalah adanya rasa kecewa dari daerah serta banyaknya mosi tidak percaya kepada Kabinet Natsir. Sekumpulan masalah tersebut kemudian membuat Natsir mengembalikan mandat kepada Presiden Soekarno pada 21 Maret 1951.

Selintas tentang Kabinet Natsir

Ilustrasi Penyebab Jatuhnya Kabinet Natsir. Sumber: Pexels.com/Tima Miroshnichenko

Kabinet Natsir merupakan salah satu kabinet yang pernah ada dalam pemerintahan Indonesia. Kabinet tersebut dibentuk pada tanggal 6 September 1950 dan mulai melaksanakan tugas pada hari selanjutnya, yakni 7 September 1950.

Kabinet tersebut memiliki nama sebagai Kabinet Natsir sebab pemimpimpinnya adalah Mohammad Natsir. Mohammad Natsir merupakan seorang perdana menteri, ulama, politikus, serta salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia.

Layaknya sebuah kabinet, Kabinet Natsir juga memiliki serangkaian program. Tiga contoh program dari Kabinet Natsir, antara lain:

  • Menggiatkan usaha keamanan serta ketentraman;

  • Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan susunan pemerintahan;

  • Memperkuat serta mengembangkan ekonomi rakyat; dan sebagainya.

Penyebab Jatuhnya Kabinet Natsir di Tahun 1951

Ilustrasi Penyebab Jatuhnya Kabinet Natsir. Sumber: Pexels.com/Tima Miroshnichenko

Setiap kabinet yang pernah ada di Indonesia tentu memiliki serangkaian program dan tujuan untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan. Namun, pada kenyataannya, tidak semua program dan tujuan itu tercapai dengan mulus.

Demikian pula dengan program dari Kabinet Natsir. Kabinet Natsir termasuk kabinet yang tidak bertahan lama sebab hanya berlangsung sekitar enam bulan sejak 6 September 1950 sampai dengan 21 Maret 1951.

Jatuhnya Kabinet Natsir tersebut ditandai dengan pengembalian mandat pada tanggal 21 Maret 1951. Adapun beberapa penyebab jatuhnya Kabinet Natsir di tahun 1951, yaitu:

  • Kegagalan dalam menyelesaikan masalah Irian Barat.

  • Adanya mosi tidak percaya dari parlemen;

  • Tekanan yang semakin besar; dan sebagainya.

Mengutip dari buku Demi Bangsaku Pertentangan Bung Karno vs Bung Hatta karya Alam (2003: 257), jatuhnya Kabinet Natsir bisa jadi karena rasa kecewa daerah, khususnya daerah luar Jawa terhadap pemerintah pusat.

Salah satu alasan kekecewaan itu adalah pemerintahan Natsir mengesahkan Peraturan No. 39 Tahun 1950 mengenai pemilihan dewan perwakilan daerah dan kotapraja. Sebenarnya, peraturan tersebut dikeluarkan Kabinet Bung Hatta pada 15 Agustus 1950.

Namun, peraturan tersebut baru disahkan pada masa Kabinet Natsir. Hal itu membuat mosi tidak percaya serta berbagai polemik.

Berdasarkan hal itu, dapat dipahami bahwa ada banyak penyebab jatuhnya Kabinet Natsir. Walaupun menghadapi banyak masalah, Kabinet Natsir tetap memiliki keberhasilan di bidang ekonomi dengan mengubah ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional. (AA)