Menilik Contoh Penerapan Gotong Royong dalam Sistem Ekonomi Pancasila

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cntoh penerapan gotong royong dalam sistem ekonomi Pancasila, yaitu adanya koperasi yang berasas kekeluargaan. Koperasi sendiri merupakan badan usaha yang beranggotakan perorangan.
Koperasi dapat menjadi contoh penerapan gotong royong ekonomi Pancasila karena memiliki tujuan untuk menyejahterakan setiap anggotanya. Hal itu sejalan dengan konsep ekonomi Pancasila yang mengedepankan kerja sama untuk mencapai kemakmuran.
Simak berbagai contoh penerapan gotong royong dalam sistem ekonomi Pancasila lainnya pada ulasan berikut ini.
Sekilas tentang Sistem Ekonomi Pancasila
Setiap negara memiliki sistem ekonomi tersendiri yang menurutnya paling sesuai dengan kondisi negara. Mengutip dari buku Ekonomi: Pelajaran IPS Terpadu untuk SMP Kelas VIII karya Yasin dan Sri (2007: 51), Indonesia memilih sistem ekonomi campuran.
Sistem ekonomi campuran tersebut memiliki nama Demokrasi Ekonomi atau Ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi Pancasila mengadopsi beberapa kelebihan dan berusaha mengurangi dari sistem ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis.
Pada satu sisi, negara menguasai dan mengatur aset yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, seperti pelabuhan, air minum, listrik, dan kereta api. Namun, sektor swasta juga tetap diberi kesempatan di bidang lain yang tidak dikuasai pemerintah.
Dasar dari sistem Ekonomi Pancasila itu sendiri adalah Undang-Undang Dasar Pasal 33. Adapun ayat yang terkait adalah Pasal 33 ayat (1), (2), (3), dan (4).
Mengutip dari buku Nilai Inti Ekonomi Kerakyatan karya Putra (2016: 128), inti utama Pancasila dalam berekonomi merupakan gotong royong menuju keadilan berkemakmuran dan kemakmuran berkeadilan. Oleh karena itu tidak heran jika ada penerapan gotong royong dalam sistem Ekonomi Pancasila.
Contoh Penerapan Gotong Royong dalam Sistem Ekonomi Pancasila
Contoh penerapan gotong royong dalam sistem Ekonomi Pancasila memiliki berbagai macam wujud. Beberapa di antaranya adalah wujud kegiatan ekonomi koperasi, wujud dukungan terhadap produk dalam negeri, serta dukungan terhadap UMKM.
Berikut adalah tiga contoh penerapan gotong royong ekonomi Pancasila dalam kehidupan masyarakat.
1. Kegiatan Koperasi
Koperasi merupakan kegiatan ekonomi yang mengedepankan kepentingan anggotanya dengan asas kekeluargaan. Koperasi dapat menjadi contoh penerapan gotong royong ekonomi Pancasila karena memiliki tujuan untuk meningkatkan taraf hidup anggotanya.
Tujuan tersebut membuat kegiatan koperasi cenderung merata, yakni tidak memihak pada satu anggota saja. Jadi, setiap anggota dapat memperoleh manfaat yang sama dan saling membantu antara satu sama lain.
2. Dukungan terhadap Produk Dalam Negeri
Dukungan terhadap produk dalam negeri pun dapat menjadi contoh gotong royong. Dukungan tersebut dapat memiliki berbagai macam wujud, misalnya:
Selalu menggunakan produk dalam negeri;
Lebih memilih produk dalam negeri daripada luar negeri;
Mempromosikan produk dalam negeri; dan lain-lain.
3. Dukungan terhadap Perkembangan UMKM
Dukungan terhadap perkembangan UMKM juga menjadi contoh gotong royong dalam ekonomi. Dukungan berupa sumbangan dana pengembangan atau pembelian produk UMKM secara langsung mencerminkan adanya kerja sama untuk mendukung kesejahteraan.
Kesimpulannya, contoh penerapan gotong royong dalam sistem ekonomi Pancasila dapat memiliki berbagai macam wujud. Karena sistem ekonomi tersebut selalu mengacu pada sumber yang kuat, yakni Undang-Undang Dasar 1945. (AA)
