Konten dari Pengguna

Menilik Filosofi Sepatu yang Mengandung Makna Mendalam

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Filosofi Sepatu. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Filosofi Sepatu. Sumber: Pixabay

Ada makna mendalam dalam filosofi sepatu mengenai kehidupan, terutama dalam sebuah hubungan.

Sebagian besar orang memaknai sepatu adalah pelindung kaki. Namun, ternyata ada beberapa filosofi sepatu dengan makna mendalam mengenai hubungan.

Lalu, apa saja filosofi sepatu yang mengandung makna mendalam tersebut? Temukan jawabannya pada artikel ini.

Makna Filosofi Sepatu

Ilustrasi Filosofi Sepatu. Sumber: Pixabay

Adrian Sutedi, S.H., M.H. dalam buku Aspek Hukum Pengadaan Barang dan Jasa dan Berbagai Permasalahannya menyebutkan bahwa ada berbagai definisi mengenai filosofi.

Salah satunya yaitu filosofi merupakan penyelidikan dan pengetahuan menggunakan akal budi terkait sebab-sebab, asas-asas, hukum, dan apapun di alam semesta maupun terkait kebenaran serta arti adanya sesuatu.

Hampir semua hal di dunia ini memiliki filosofinya tersendiri. Termasuk sepatu. Untuk memahami bagaimana filosofi sepatu, simak uraian berikut.

1. Persamaan Derajat

Kedua sepatu tentu memiliki derajat yang sama. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Hal ini sama dengan kondisi di dalam sebuah hubungan.

Tak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Jadi sudah seharusnya antar pasangan tidak saling merendahkan.

2. Saling Melengkapi

Sepasang sepatu tidak mempunyai sisi yang sama, namun keduanya terus saling melengkapi di atas perbedaan yang ada.

Begitu pula dengan keadaan hubungan. Kedua pasangan harus saling melengkapi meskipun sangat berbeda. Bahkan, tidak adanya salah satu pihak akan menimbulkan rasa tidak berarti.

3. Tidak Saling Menginjak

Sepatu kanan tidak akan menginjak sepatu kiri, begitu pula sebaliknya. Mereka tidak akan saling menginjak. Kondisi tersebut harusnya terjadi pada pasangan.

Sejatinya, seseorang tidak boleh menginjak pasangannya. Sebanyak apapun perbedaan yang ada, baik itu mengenai selera makan, pendapat, maupun hobi, harus dapat diselesaikan dengan baik.

4. Kesamaan Visi dan Misi

Kedua sepatu tentu berjalan bersama demi meraih sebuah tujuan. Tidak mungkin tujuan dari sepatu kanan berbeda dengan tujuan sepatu kiri.

Hal ini sama dengan sepasang suami istri. Mereka tentu mempunyai visi dan misi atau tujuan yang sama. Keduanya akan berjalan bersama meniti perjalanan menuju sebuah tujuan.

5. Saling Mengerti

Sepasang sepatu tidak melangkah bersamaan, melainkan bergantian. Keduanya saling memahami siapa yang harus berjalan lebih dulu dan bergantian kemudian.

Dalam sebuah hubungan, kedua pihak harus saling memahami satu sama lain. Jangan sampai menuruti ego dan meninggalkan pasangan di belakang.

Nah, itu dia beberapa makna mendalam mengenai filosofi sepatu. Sangat indah, bukan? (LAU)