Konten dari Pengguna

Menyimak Kisah Sejarah Paskibraka

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kisah Sejarah Paskibraka. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisah Sejarah Paskibraka. Sumber: Unsplash

Sejarah Paskibraka dimulai pada tanggal 17 Agustus 1945 yang beralamatkan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Tentunya, sejarah tersebut memengaruhi Paskibraka di era sekarang.

Dikutip dari buku Tarjo & Sukinah, Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Pasukan satu ini terdiri dari siswa SLTA seluruh Indonesia yang ditugaskan untuk mengibarkan duplikat Bendera Pusaka di Istana Negara.

Paskibraka sudah ada sejak zaman kemerdekaan dan hingga kini tetap dilestarikan. Bagaimana sejarahnya?

Kisah Sejarah Paskibraka

Ilustrasi Kisah Sejarah Paskibraka. Sumber: Unsplash

Sejarah mengenai adanya Paskibraka tertuang dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 14 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga 0065 Tahun 2015 tentang Penyelenggara Kegiatan Pengibar Bendera Pusaka.

Paskibraka lahir pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 dan berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta pada pukul 10.00 pagi.

Sayangnya, pada tanggal 4 Januari 1946, Belanda masih mempunyai keinginan untuk menguasai Indonesia sehingga Soekarno dan Hatta meninggalkan Jakarta ke Yogyakarta dan membawa Bendera Pusaka yang diletakkan dalam koper pribadi sang presiden.

Adanya Paskibraka merupakan gagasan dari Mayor Husein Mutahar yang ketika itu diperintahkan presiden untuk mempersiapkan Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1946 di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta.

Pengibaran Bendera Pusaka dilakukan oleh pemuda Indonesia karena Mayor Mutahar memiliki tujuan untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa.

Keadaan Indonesia yang saat itu darurat, Mayor Mutahar hanya menunjuk 5 orang yang terdiri dari 2 putra dan 3 putri sebagai perwakilan daerah untuk mengibarkan bendera.

Setelah kejadian tersebut, Mayor Mutahar tidak lagi menangani masalah pengibaran bendera. Namun, presiden kembali memanggil beliau untuk menangani Bendera Pusaka seperti pada tahun 1946.

Setelah itu, Paskibraka dibentuk dengan 3 kelompok, yaitu kelompok 17 sebagai pengiring depan, kelompok 45 menjadi pengawal, dan kelompok 8 menjadi pembawa bendera. Angka tersebut dipilih sesuai simbol tanggal proklamasi.

Pada tahun 1973, nama Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka atau Paskibraka disulkan oleh Idik Sulaeman yang merupakan pembina pasukan pengibar bendera.

Hingga kini, Paskibraka tetap ditugaskan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Adapun untuk menjadi anggotanya, ada banyak tes yang harus dilalui terlebih dahulu.(LAU)