Mitigasi Bencana: Pengertian, Contoh, dan Cara Melakukannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian mitigasi bencana adalah upaya untuk mengurangi risiko dan dampak bencana di kawasan yang rawan terjadi bencana.
Dikutip dri buku Problematika Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19 oleh Deti Indah, dkk., mitigasi bencana merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat pada wilayah rawan bencana.
Lantas, bagaimana penjelasan lengkap dari mitigasi bencana itu sendiri?
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana adalah upaya mengurangi risiko maupun dampak akibat bencana terhadap masyarakat pada daerah rawan bencana. Dalam mitigasi bencana, terdapat hal-hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:
Tersedia informasi serta peta kawasan rawan bencana pada setiap kategori bencana.
Sosialisasi meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk menghadapi bencana.
Mengetahui apa yang harus dihindari dan dilakukan maupun cara penyelamatan diri.
Penataan kawasan rawan bencana supaya mengurangi ancaman bencana.
Tujuan mitigasi bencana adalah untuk menguragi kerugian ketika terjadi bahaya di masa yang akan datang, mengurangi risiko kematian maupun cedera, dan sebagainya.
Contoh Mitigasi Bencana
Berikut ini beberapa contoh mitigasi bencana berdasarkan jenis bencananya:
1. Bencana Alam
Ketika bencana alam terjadi, terdapat beberapa mitigasi bencana yang dapat dilakukan, yaitu:
Membangun terasiring menggunakan sistem drainase yang tepat.
Membuat peta rawan bencana.
Membuat tanggul penahan runtuhan.
Menutup rekahan atas lereng.
Reboisasi pada hutan gundul.
Tidak mendirikan bangunan pada tanah tidak stabil.
Membuat sistem peringatan dini.
Memantau informasi gejala.
2. Bencana Nonalam
Bencana nonalam dapat terjadi karena gagal teknologi, epidemik, dan wabah. Contohnya pada wabah penyakit hal yang dapat dilakukan adalah:
Mengedukasi masyarakat maupun pemerintah supaya memahami risiko apabila wabah terjadi.
Mempersiapkan produk hukum untuk mendukung pencegahan.
Mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung penanganan, misalnya sumber daya manusia profesional, sarana komunikasi, logistik, sampai pelayanan kesehatan.
Penguatan surveilans epidemologi.
3. Bencana Sosial
Inilah upaya yang dapat dilakukan dalam bencana sosial:
Mendorong peran masyarakat untuk menjaga stabilitas ketertiban.
Mendukung demokratisasi politik dengan perbedaan aspirasi politik.
Mengembangkan supremasi hukum.
Meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan penghormatan dan HAM.
Cara Melakukan Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana dapat dilakukan dengan beberapa strategi berikut:
1. Pemetaan
Pemetaan menjadi acuan penting untuk membentuk keputusan antisipasi kejadian bencana. Pemetaan mengenai tata ruang wilayah juga harus dilakukan supaya tidak memicu gejala bencana.
2. Pemantauan
Pemantauan hasil pemetaan tingkat kerawanan bencana di tiap daerah akan membantu prediksi terjadinya bencana serta memudahkan penyelamatan ketika bencana terjadi.
3. Penyebaran Informasi
Penyebaran informasi dilakukan, baik dengan memberi leaflet maupun poster, pada pemerintah di wilayah rawan bencana. Isi leaflet terdiri dari cara mengenali, mencegah, serta menangani bencana.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai pengertian mitigas bencana, contoh, dan cara melakukannya.(LAU)
