Mitos Air Terjun Kakek Bodo dan Kisah Pertapaannya yang Melegenda

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos Air Terjun Kakek Bodo berakar dari kisah seorang pertapa sakti yang hidup di zaman kolonial Belanda. Tempat itu kini menjadi destinasi favorit di kawasan Tretes, Pasuruan, Jawa Timur.
Kisahnya sudah diwariskan turun-temurun oleh warga sekitar, menjadikan lokasi ini lebih dari sekadar air terjun, tetapi juga situs spiritual penuh makna.
Mitos Air Terjun Kakek Bodo dan Pertapaan Si Kakek Sakti
Mitos Air Terjun Kakek Bodo bermula ketika seorang kakek yang bekerja pada keluarga Belanda memutuskan berhenti bekerja untuk bertapa di kawasan air terjun.
Tujuannya adalah untuk memperoleh kesaktian agar bisa membantu warga sekitar. Setelah beberapa lama semedi, sang pertapa dianggap telah memiliki ilmu gaib hingga dikenal sebagai sosok sakti.
Menurut kisah lokal, keluarga Belanda yang terganggu atas keputusan tersebut sempat memanggil sang kakek kembali namun ditolak.
Karena kecewa, ia menertawakan dengan mencibir kakek bodoh. Sebutan itu kemudian melekat pada nama curug dan sosok pertapa tersebut.
Di lokasi air terjun terdapat makam yang dipercaya sebagai pusara sang pertapa. Makam berbentuk bangunan limas persegi ini pun dijaga dengan hormat, hanya bisa dikunjungi oleh orang-orang tertentu.
Mitos mengatakan hubungan pacaran yang dilakukan di lokasi ini cenderung kandas dalam waktu singkat. Banyak yang menganggap tempat ini memiliki energi yang bisa mengganggu keseimbangan emosional pasangan muda .
Fasilitas di lokasi air terjun cukup lengkap, jalur trekking sekitar 1-2 km dengan tangga batu, kolam alami, area perkemahan, warung, toilet, dan musala.
Air terjun setinggi ± 40 m ini berasal dari aliran Sungai Kaligetik dan terletak di lereng Gunung Welirang, yang membuat suasana alam begitu sejuk.
Mengutip website perhutani.com, terdapat jejak peninggalan spiritual sang kakek; makam dan aura mistisnya masih terasa Keyakinan terhadap keberadaan penunggu sakti yang mendampingi tempat ini memperkuat kesan bahwa Curug Kakek Bodo bukan sekadar destinasi alam biasa.
Mitos Air Terjun Kakek Bodo juga mengandung nilai histori, keberadaan pertapa sakti itu sekaligus jadi simbol pengorbanan spiritual dan kesederhanaan.
Nama Kakek Bodo menegaskan bahwa dia memilih jalan spiritual meskipun dianggap bodoh oleh orang lain, namun justru membawa manfaat bagi banyak orang. (Rahma)
Baca juga: Mitos Air Terjun Sedudo yang Masih Diyakini hingga Kini
