Mitos Air Terjun Nglirip Tuban yang Masih Dipercaya hingga Sekarang

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos Air terjun Nglirip Tuban tetap hidup sebagai bagian dari warisan budaya setempat.
Lokasi Air terjun Nglirip Tuban di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Tuban.
Keindahan air terjun setinggi sekitar 25-30 meter berpadu dengan legenda. Masyarakat percaya bahwa di balik keindahan alam ini tersimpan kisah penuh kesedihan dan kekuatan gaib yang tak bisa diabaikan.
Mitos Air Terjun Nglirip Tuban dan Asal Usul Legenda Putri
Mitos Air Terjun Nglirip Tuban dimulai dari cerita tentang seorang gadis desa, dikenal sebagai Putri Nglirip, yang jatuh cinta pada bangsawan bernama Joko Lelono.
Karena cintanya ditentang berdasarkan status sosial, ayah sang pria mengutus pengawal untuk membunuhnya. Setelah kekasihnya tewas, sang gadis memilih menyepi di gua dekat air terjun dan akhirnya hilang tanpa jejak atau dikatakan moksa.
Keyakinan ini menimbulkan mitos, jika pasangan muda berkunjung sebelum menikah, hubungannya konon akan putus dalam kurun waktu 40 hari.
Menurut laman student-activity.binus.ac.id, dibalik keindahannya, air terjun ini meyimpan sebuah cerita mitos Legenda Putri Nglirip yang dipercaya oleh masyarakat sekitar.
Ia percaya bahwa apabila setiap pasangan mengunjungi air terjun ini, hubungannya tidak akan bertahan lama.
Legenda itu dikaitkan dengan istilah lokal Nglirip, yang berasal dari frasa Ngili golek urip, mencari kehidupan, karena air yang selalu jernih dan tak pernah surut.
Penduduk lokal bahkan melarang pasangan muda berkunjung bersama tanpa tujuan ziarah, tanah makam Syekh Abdul Jabbar di atas lokasi menjadi bukti bahwa tempat ini juga dianggap suci dan berenergi mistis .
Banyak wisatawan mengaku mendengar nyanyian lembut atau melihat sosok perempuan berpakaian putih. Penampakan tersebut dipercaya sebagai arwah sang putri yang menjaga kawasan ini.
Mitos Air Terjun Nglirip Tuban membentuk eksistensi narasi spiritual dan budaya lokal. Cerita turun-temurun ini memperkaya daya tarik wisata, menjadikan air terjun bukan sekadar objek alam tetapi juga tempat spiritual dan ziarah.
Selain legenda mistis, ada pula nilai sejarah: air terjun ini dulunya sumber air bagi pejuang pada masa Pra-Kemerdekaan, sehingga mendapat julukan desa kaya air karena aliran airnya yang terus jernih selama masa konflik. (Rahma)
Baca juga: Mitos Gunung Arjuno yang Populer di Kalangan Pendaki
