Mitos Air Terjun Putri Nglirip, Keindahan Alam Berbalut Cerita Tragis

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos Air Terjun Putri Nglirip menjadi bagian tak terpisahkan dari daya tarik wisata yang satu ini.
Terletak di wilayah Tuban, Jawa Timur, air terjun ini bukan hanya memikat karena keindahan alamnya yang sejuk dan menenangkan, tetapi juga karena kisah yang menyelimuti keberadaannya.
Cerita yang berkembang dari generasi ke generasi menambah nuansa misteri yang kental di sekitar lokasi tersebut.
Mitos Air Terjun Putri Nglirip
Dikutip dari laman ayoningtuban.tubankab.go.id, mitos Air Terjun Putri Nglirip menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pesona wisata alam yang terletak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Di balik keindahan yang ditawarkan, tempat ini menyimpan beragam cerita yang hidup dalam masyarakat, termasuk berbagai pantangan yang masih dipercaya hingga kini.
Salah satu larangan yang sering terdengar adalah tentang sepasang kekasih yang menunjukkan kemesraan di lokasi air terjun. Konon, pasangan tersebut akan mengalami perpisahan dalam waktu 40 hari setelah kunjungan mereka ke tempat ini.
Cerita ini dipercaya berasal dari kisah tragis seorang gadis desa yang mengalami nasib malang karena cinta yang tak direstui.
Dalam legenda yang berkembang, disebutkan bahwa gadis desa tersebut jatuh cinta pada seorang pria bangsawan. Hubungan mereka tidak direstui, hingga akhirnya sang pria dibunuh oleh ayahnya sendiri.
Sang gadis pun menghilang ke dalam gua di balik air terjun dan moksa, hilang tanpa jejak.
Warga percaya bahwa arwahnya masih menetap di sana, menjaga tempat ini dan membawa kutukan terhadap pasangan yang menunjukkan kasih sayang secara berlebihan.
Ada pula versi lain yang menggambarkan Putri Nglirip sebagai sosok wanita cantik dari alam gaib yang sering terlihat membatik di sekitar hutan.
Ia dianggap sebagai penunggu kawasan air terjun dan terkadang menampakkan diri kepada orang tertentu. Sosoknya penuh aura misteri dan dikisahkan memiliki latar belakang kerajaan, menjadikannya lebih dari sekadar makhluk biasa.
Cerita ketiga berasal dari masa Kerajaan Majapahit, di mana seorang Adipati Tuban terpikat oleh kecantikan gadis dari Desa Nglirip.
Gadis tersebut akhirnya dipinang, namun tetap setia pada kekasih lamanya yang berasal dari kalangan rakyat jelata.
Setelah sang kekasih dibunuh atas perintah orang tuanya, gadis itu memilih bertapa di balik air terjun dan menolak berhubungan dengan siapa pun.
Meskipun mitos ini masih dipercaya sebagian orang, tak sedikit pula yang menganggapnya sebagai cerita turun-temurun yang bersifat simbolik.
Seorang pengunjung paruh baya pernah menceritakan kisah cintanya yang justru langgeng setelah berkunjung ke air terjun ini semasa muda.
Terlepas dari benar atau tidaknya, mitos Air Terjun Putri Nglirip tetap menjadi bagian menarik yang membalut keindahan alam dengan kisah budaya yang kaya dan penuh misteri. (KIKI)
Baca juga: Mitos Gunung Ijen dalam Kepercayaan Masyarakat Sekitar
