Konten dari Pengguna

Mitos Air Terjun Tumpak Sewu dan Tradisi Masyarakat Sekitar

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos Air Terjun Tumpak Sewu,Pexels/Manuela Adler
zoom-in-whitePerbesar
Mitos Air Terjun Tumpak Sewu,Pexels/Manuela Adler

Mitos air terjun Tumpak Sewu dipercaya oleh masyarakat di sekitar perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur. Air terjun ini dikenal sebagai salah satu air terjun terindah di Indonesia.

Bentuknya yang menyerupai tirai raksasa dengan ratusan aliran air membuatnya dijuluki sebagai "Niagara-nya Indonesia". Di balik pesonanya yang megah, air terjun ini juga menyimpan beragam kisah mitos yang berkembang di kalangan masyarakat sekitar.

Mitos Air Terjun Tumpak Sewu

Mitos Air Terjun Tumpak Sewu,Pexels/Pixabay

Terdapat berbagai hal menarik mengenai air terjun Tumpak Sewu. Berikut adalah mitos air terjun Tumpak Sewu dan tradisi masyarakat di sekitarnya berdasarkan tayangan Youtube Mitos Air Terjun Tumpak Sewu Mendapatkan Julukan Niagara Waterfall Van Java|Jawa Timur dari channel Urban legends.

Air Terjun Tumpak Sewu bisa disebut juga dengan nama Coban Sewu. Air terjun ini terletak di perbatasan Lumajang–Malang. Coban Sewu merupakan air terjun tiered spektakuler dengan total tinggi sekitar 120 m.

Air terjun ini terbentuk dari aliran Sungai Glidih dari Gunung Semeru. Banyak kepercayaan lokal dan pengunjung meyakini bahwa mencuci muka dengan air dari air terjun ini membawa berkah awet muda dan keberuntungan.

Masyarakat setempat mengatakan bahwa “air kristal jernih” dari Tumpak Sewu membawa energi alam. Energi ini dipercaya dapat “memperlambat proses penuaan” dan mengganti energi negatif menjadi positif dalam kehidupan seseorang.

Konon masyarakat percaya area air terjun Tumpak Sewu memiliki aura sakral. Tempat ini menjadi pusat para pelakon ritual, dan sempat diasosiasikan sebagai tempat bersemayamnya para dewa.

Cerita ini memperkuat kesan spiritual dan pentingnya menghormati lingkungan alami di sana. Dengan ketinggian sekitar 120 m, formasi air terjun yang berbentuk seperti kabut dan pelangi alami menambah kesan magis.

Jalur air yang tersebar di tebing menciptakan "tirai air" yang menciptakan kabut tebal saat pagi hari. Fenomena ini kerap dianggap sebagai tanda spiritual.

Masyarakat lokal mempercayai Tumpak Sewu sebagai tempat sakral. Ritual syukuran dan permohonan berkah kerap dilakukan oleh warga setempat dan wisatawan sebelum menuruni canyon.

Mitos air terjun Tumpak Sewu bukan hanya keajaiban alam, tetapi juga pusat aktivitas budaya dan tradisi lingkungan. Kombinasi antara keindahan visual, doa ritual, dan semangat kolektif menciptakan destinasi yang mempesona dan bermakna. (Fia)

Baca juga: Mitos Air Terjun Dolo Kediri, Tempat Wisata yang Konon Bisa Membuka Jalan Jodoh