Konten dari Pengguna

Mitos Air Terjun Watu Lumpang di Jawa Timur

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mitos air terjun watu lumpang, foto: unsplash/Jeffrey Workman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mitos air terjun watu lumpang, foto: unsplash/Jeffrey Workman

Dengan latar belakang sejarah Kerajaan Majapahit, mitos air terjun Watu Lumpang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan pencinta alam dan budaya.

Air Terjun Watu Lumpang, yang terletak di Desa Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, bukan hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kisah-kisah legendaris yang menyelimutinya.

Terletak di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, air terjun ini memiliki dua aliran air setinggi 30 dan 20 meter yang saling berhadapan.

Pemandian Putri Majapahit dan Mitos Air Terjun Watu Lumpang

Ilustrasi mitos air terjun watu lumpang, foto: unsplash/Mike Lewis HeadSmart Media

Mengutip dari situs tahurarsoerjo.dishut.jatimprov.go.id, salah satu mitos air terjun Watu Lumpang yang paling terkenal adalah keyakinan bahwa tempat ini dulunya merupakan lokasi pemandian para putri Kerajaan Majapahit.

Konon, di masa lalu, kawasan ini adalah bagian dari perkampungan kuno kerajaan, di mana para bangsawan beristirahat dan membersihkan diri.

Nama "Watu Lumpang" berasal dari banyaknya batu lumpang yang ditemukan di sekitar air terjun, yaitu bejana batu untuk menumbuk padi. Benda-benda ini dianggap sebagai peninggalan masyarakat Majapahit dan menambah nilai historis tempat ini.

Hingga hari ini, nilai spiritual yang melekat pada Air Terjun Watu Lumpang masih dijaga erat oleh masyarakat setempat.

Bebatuan unik yang menyerupai lumpang dan genting diyakini sebagai peninggalan sakral dari masa kejayaan leluhur.

Meski sebagian besar formasi batu kini telah tertimbun tanah, keberadaannya tetap dianggap sebagai bukti nyata dari peradaban dan kebijaksanaan masa lalu.

Tak hanya menyuguhkan panorama alam yang menyejukkan, Air Terjun Watu Lumpang juga menyimpan nilai budaya yang mendalam.

Tempat ini menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Jawa, di mana alam dan kepercayaan berpadu menciptakan ruang spiritual yang dihormati.

Air terjun ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang kontemplasi bagi mereka yang mencari ketenangan dan koneksi dengan akar budaya.

Mitos-mitos yang menyelimuti kawasan ini merefleksikan bagaimana masyarakat Jawa menjaga ingatan kolektif mereka melalui cerita lisan.

Legenda-legenda tersebut bukan hanya pengantar tidur masa kecil, melainkan cerminan nilai, identitas, dan penghormatan terhadap sejarah serta alam.

Dalam tiap tetes air dan bebatuan yang tersembunyi, tersimpan jejak peradaban yang terus hidup melalui tutur dan keyakinan.

Keunikan mitos air terjun Watu Lumpang memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi magis dan historis dari destinasi alam.

Selain menikmati keindahan alam, pengunjung juga diajak menyelami jejak kebesaran Majapahit yang tersisa di tengah hutan yang asri dan sejuk. (Echi)

Baca juga: Mitos Goa Langse yang Menawan di Yogyakarta