Konten dari Pengguna

Mitos Alas Purwo, Gerbang Gaib di Ujung Timur Jawa

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi mitos Alas Purwo. Pexels/Apoorv Pandey
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi mitos Alas Purwo. Pexels/Apoorv Pandey

Mitos Alas Purwo terus diceritakan dari generasi ke generasi, menyelimuti kawasan ini dengan aura misteri yang membuat banyak orang penasaran sekaligus takut.

Alas Purwo dikenal sebagai salah satu hutan tertua di Pulau Jawa. Terletak di ujung timur Banyuwangi, kawasan ini tak hanya menyimpan kekayaan flora dan fauna, tetapi juga dipercaya sebagai tempat bersemayamnya dunia gaib.

Mitos Alas Purwo yang Masih Dipercaya

ilustrasi mitos Alas Purwo. Pexels/icon0 com

Mitos Alas Purwo sering kali mengaitkan hutan ini sebagai gerbang menuju kerajaan jin. Banyak warga sekitar meyakini bahwa di dalamnya terdapat dimensi lain yang hanya bisa diakses oleh orang tertentu.

Menurut penuturan tokoh adat setempat, lokasi ini menjadi tempat berkumpul para makhluk halus dari berbagai penjuru.

Pada masa penjajahan, kawasan ini dijauhi oleh tentara Belanda karena sering terjadi kejadian aneh, mulai dari suara-suara tanpa wujud hingga hilangnya pasukan tanpa jejak. Hal ini memperkuat kepercayaan bahwa Alas Purwo memang bukan tempat biasa.

Keberadaan Alas Purwo turut mewarnai budaya masyarakat sekitar. Upacara adat dan larangan-larangan tertentu seperti tidak boleh sembarangan berbicara, tertawa keras, atau mengambil benda dari hutan, menjadi bagian dari penghormatan terhadap “penjaga” tak kasat mata di wilayah tersebut.

Bahkan hingga kini, masih ada yang melakukan tirakat di lokasi tertentu untuk mencari petunjuk atau mendapatkan kekuatan spiritual.

Kehadiran pura dan tempat semedi di dalam hutan menjadi bukti bahwa kawasan ini memiliki makna spiritual yang mendalam.

Dalam jurnal The Last Tiger in East Java: Symbolic Continuity in Ecological Change, menyebut Alas Purwo sebagai hutan angker yang dijaga oleh roh peliharaannya (dhanyang), termasuk harimau sebagai penjaga spiritual.

Meski diliputi berbagai kisah mistis, Alas Purwo tetap dibuka sebagai kawasan wisata nasional. Namun, sebagian besar pengunjung tetap menjaga perilaku selama berada di dalam hutan.

Kepercayaan terhadap mitos Alas Purwo membuat banyak orang tetap menghormati keberadaan wilayah ini, meskipun tidak semuanya percaya secara harfiah.

Sebagai warisan budaya tak benda, mitos Alas Purwo bukan sekadar cerita horor, melainkan bagian dari identitas lokal yang mencerminkan hubungan antara manusia dan alam.

Terlepas dari benar atau tidaknya, kisah ini mengajarkan pentingnya sikap hormat terhadap ruang yang dianggap suci dan tidak sembarangan dimasuki. (Rahma)

Baca juga: Mitos Gunung Sumbing Kisah Mistis di Balik Keindahan Alam