Mitos Angkat Jemuran Malam Hari yang Banyak Dipercaya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, masih banyak kepercayaan atau mitos yang melekat erat di masyarakat, salah satunya adalah mitos angkat jemuran malam hari.
Kepercayaan ini, yang umumnya beredar di Indonesia, seringkali dihubungkan dengan berbagai konsekuensi negatif, mulai dari hal-hal mistis hingga kesehatan.
Mitos Angkat Jemuran Malam Hari
Secara umum, mitos yang paling populer adalah bahwa angkat jemuran di malam hari dapat mengundang makhluk halus atau roh jahat.
Konon, pakaian yang dijemur di luar pada malam hari dapat dijadikan sarang atau media bagi entitas tak kasat mata untuk masuk ke dalam rumah.
Ada juga variasi mitos yang menyebutkan bahwa pakaian yang dijemur semalaman akan 'dicuci' atau 'dikenakan' oleh makhluk halus, sehingga saat dipakai akan membawa kesialan atau penyakit.
Selain aspek mistis, mitos ini juga dikaitkan dengan dampak kesehatan.
Mengutip laman rri.co.id, beberapa orang percaya bahwa pakaian yang diangkat di malam hari akan lembap dan dingin, sehingga saat dikenakan bisa menyebabkan masuk angin, reumatik, atau bahkan penyakit kulit akibat jamur yang tumbuh karena kelembapan.
Mitos ini diperkuat oleh kondisi cuaca malam hari yang memang cenderung lebih dingin dan lembap. Namun, jika ditinjau dari sudut pandang logika dan sains, mitos-mitos ini tidak memiliki dasar yang kuat.
Keberadaan makhluk halus tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, sehingga klaim bahwa mereka akan 'menumpang' di jemuran hanyalah bagian dari cerita rakyat. Begitu pula dengan dampak kesehatan.
Pakaian yang lembap memang bisa menjadi media pertumbuhan jamur, tetapi hal ini bisa terjadi kapan saja, bukan hanya di malam hari.
Kelembapan adalah faktor utama, bukan waktu. Untuk mencegah hal ini, penting untuk memastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan atau dikenakan.
Lalu, mengapa mitos ini bisa begitu kuat dan bertahan? Kemungkinan besar, mitos ini berakar dari kearifan lokal atau kehati-hatian yang diwariskan secara turun-temurun.
Nenek moyang mungkin mengajarkan untuk tidak menjemur di malam hari karena cuaca yang tidak menentu, atau untuk mencegah pakaian menjadi lembap dan berjamur, yang memang tidak baik untuk kesehatan.
Seiring waktu, nasihat praktis ini kemudian dibumbui dengan cerita-cerita mistis agar lebih mudah diingat dan ditakuti, terutama bagi anak-anak.
Jadi, meskipun mitos angkat jemuran malam hari sangat dipercaya oleh sebagian masyarakat, penting bagi kita untuk memilah informasi dan memahami bahwa tidak semua kepercayaan memiliki landasan ilmiah.
Lebih baik fokus pada praktik kebersihan dan kesehatan yang benar, seperti memastikan pakaian kering sempurna sebelum disimpan, daripada terpengaruh oleh mitos yang tidak berdasar.
Baca Juga: Mitos Kamar Warna Hitam yang Diyakini Dapat Memengaruhi Penghuninya
