Mitos Ayam Berkokok Malam Hari yang Menjadi Pertanda akan Sesuatu

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos ayam berkokok malam hari menjadi salah satu cerita yang masih sering diperbincangkan hingga kini.
Kejadian yang tampak sederhana ini sering menimbulkan rasa penasaran dan menarik perhatian, terutama di lingkungan yang masih kental dengan nuansa tradisional.
Meski zaman telah berubah, mitos tersebut tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kehadirannya menambah warna dalam kehidupan masyarakat dan mencerminkan kedekatan manusia dengan berbagai tanda alam yang muncul di sekitar.
Mitos Ayam Berkokok Malam Hari
Mitos ayam berkokok di malam hari telah menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat Indonesia, terutama dalam budaya Jawa.
Dalam kepercayaan ini, suara ayam yang seharusnya terdengar menjelang pagi, jika terdengar pada malam hari, dianggap sebagai pertanda tertentu yang berkaitan dengan kejadian gaib atau peristiwa yang akan terjadi.
Waktu ayam berkokok pun dipercaya memiliki arti yang berbeda-beda tergantung pada jamnya.
Menurut primbon Jawa, ayam yang berkokok antara pukul 18.00 hingga 21.00 dipercaya sebagai pertanda akan munculnya fitnah atau perpecahan di lingkungan sekitar.
Jika ayam berkokok antara pukul 21.00 hingga 22.00, diyakini akan terjadi pembongkaran aib, seperti perselingkuhan atau kehamilan di luar nikah.
Pada pukul 22.00 hingga tengah malam, ayam berkokok dianggap karena melihat makhluk halus atau tanda adanya energi negatif. Sementara jika ayam berkokok antara pukul 00.00 hingga 03.00, justru dianggap sebagai pertanda baik.
Diyakini ayam melihat malaikat atau Dewi Sri, sehingga dipercaya akan datang rezeki atau kemakmuran ke rumah yang mendengarnya.
Dikutip dari buku The Power of Tahajud oleh Ahmad Farid, konon, jika ayam berkokok di waktu malam, itu dipercaya karena mereka dapat melihat malaikat yang sedang turun.
Dalam ajaran Islam, terdapat hadis yang menyebutkan bahwa ayam berkokok karena melihat malaikat, sedangkan keledai meringkik karena melihat setan.
Oleh karena itu, ketika mendengar ayam berkokok, umat Islam dianjurkan untuk berdoa memohon kebaikan dan karunia dari Allah.
Secara ilmiah, fenomena ayam berkokok malam hari dapat dijelaskan melalui beberapa faktor. Misalnya, terganggunya ritme sirkadian akibat cahaya lampu, suara-suara keras, atau gangguan lain yang membuat ayam merasa terancam.
Ayam jantan juga bisa berkokok sebagai bentuk penegasan wilayah atau karena dorongan hormon, terutama jika berada dekat dengan ayam jantan lain atau mendeteksi gerakan mencurigakan di sekitarnya.
Itulah penjelasan mengenai mitos ayam berkokok malam hari yang menjadi pertanda akan terjadinya suatu hal. Meskipun sering dikaitkan dengan pertanda mistis, ayam berkokok di malam hari bisa dijelaskan secara logis melalui faktor lingkungan dan biologis.
Baca Juga: Mitos Kelelawar Masuk Rumah, Pertanda Apa?
