Mitos Bakar Ikan Asin di Hutan Kalimantan beserta Penjelasannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos bakar ikan asin di hutan Kalimantan sering kali terdengar aneh bagi orang luar tetapi bagi masyarakat adat setempat, larangan ini mengandung makna yang dalam.
Di Kalimantan terdapat mitos yang melarang membakar ikan asin di dalam hutan. Larangan ini bukan hanya sekadar takhayul, melainkan bagian dari adat dan nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun yang masih dipegang teguh oleh banyak masyarakat adat.
Dikutip dari buku Semai Gagasan Renungan Rasional tentang Manusia - Pengantar Filsafat Barat, Mudji Sutrisno, SJ, mitos merupakan anggapan yang tidak berdasar pada kenyataan.
Mitos Bakar Ikan Asin di Hutan Kalimantan
Terkait mitos bakar ikan asin di Hutan Kalimantan, masyarakat percaya bahwa aroma menyengat dari ikan asin atau terasi yang dibakar dapat mengundang makhluk gaib penghuni hutan.
Bau tajam itu dianggap mengganggu roh-roh penjaga alam yang mendiami hutan lebat Kalimantan.
Apabila larangan ini dilanggar, diyakini akan terjadi ‘kepuhunan’, yakni kondisi celaka, sial atau hilangnya keseimbangan antara manusia dan alam akibat melanggar pantangan adat.
Dalam mitos bakar ikan asin di hutan Kalimantan, larangan ini menunjukkan bahwa masyarakat Kalimantan memandang hutan bukan sekadar tempat fisik tetapi juga ruang spiritual yang harus dihormati.
Kepercayaan ini mendorong manusia untuk hidup selaras dengan alam dan tidak berlaku sembrono di tempat yang dianggap sakral. Bagi para pendatang atau wisatawan, memahami larangan ini sangat penting.
Bukan hanya sebagai bentuk toleransi budaya tetapi juga agar tidak mengalami gangguan yang tidak diinginkan selama berada di hutan.
Dalam kepercayaan masyarakat Dayak, hutan bukan hanya sekumpulan pepohonan dan semak belukar, melainkan alam yang hidup dan dijaga oleh roh-roh penunggu.
Oleh sebab itu, setiap tindakan di dalam hutan harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan penghormatan.
Mitos bakar ikan asin di hutan Kalimantan menjadi cermin betapa tingginya nilai penghormatan masyarakat lokal terhadap alam dan dunia tak kasat mata.
Menghormati kepercayaan ini adalah bentuk etika dan kepedulian terhadap budaya yang hidup berdampingan dengan hutan lebat Kalimantan sejak ratusan tahun silam. (Mey)
Baca juga: Mitos Bunga Nona Makan Sirih dan Makna di Balik Warnanya
