Konten dari Pengguna

Mitos Bulu Mata Kanan Jatuh, Benarkah Ada yang Rindu?

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Bulu Mata Kanan Jatuh. Unsplash.com/Iheb photographie
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Bulu Mata Kanan Jatuh. Unsplash.com/Iheb photographie

Saat mendapati bulu mata kanan tiba-tiba jatuh tanpa sebab, banyak orang percaya bahwa peristiwa ini bukan sekadar hal biasa. Hal ini karena ada mitos bulu mata kanan jatuh yang dipercaya banyak masyarakat.

Dikutip dari ojs.serambimekkah.ac.id, dalam budaya Indonesia, ada banyak sekali mitos turun temurun yang dipercaya. Salah satu mitos yang cukup populer menyebutkan bahwa bulu mata kanan yang jatuh menandakan ada seseorang yang sedang merindukan orang lain.

Mitos Bulu Mata Kanan Jatuh

Ilustrasi Mitos Bulu Mata Kanan Jatuh. Unsplash.com/Umberto

Kepercayaan mengenai mitos bulu mata kanan jatuh berasal dari tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam beberapa budaya di Asia, termasuk Indonesia, hal-hal kecil seperti kedutan mata, telinga berdenging, hingga bulu mata yang rontok kerap dikaitkan dengan pertanda atau firasat.

Mitos bulu mata kanan yang jatuh juga seringkali dianggap sebagai sinyal bahwa seseorang sedang memikirkan atau merindukan orang lain secara diam-diam.

Selain pertanda rindu, sebagian masyarakat juga percaya bahwa bulu mata kanan jatuh bisa menjadi simbol kabar baik yang akan datang, seperti bertemu dengan seseorang yang lama tak berjumpa, atau akan mendapatkan kejutan menyenangkan.

Namun, semua itu tetap bersifat spekulatif dan belum terbukti secara ilmiah. Secara medis, bulu mata rontok adalah hal yang wajar. Sama seperti rambut di kepala, bulu mata juga memiliki siklus tumbuh, istirahat, dan rontok secara alami.

Faktor seperti stres, kebersihan mata, atau penggunaan makeup yang berlebihan juga bisa menyebabkan bulu mata jatuh. Jadi, jika bulu mata kanan rontok, bisa jadi hanya bagian dari proses alami tubuh.

Percaya pada mitos seperti ini memang tidak salah, apalagi jika hanya untuk hiburan atau menambah semangat. Namun, penting untuk tetap menggunakan logika dan tidak terlalu mengandalkan firasat dalam mengambil keputusan.

Anggap saja mitos ini sebagai bagian dari kearifan lokal yang menarik untuk dibahas. Boleh percaya, asal tetap seimbang dengan akal sehat dan informasi yang rasional.

Mitos bulu mata kanan jatuh memang sering dikaitkan dengan mitos seseorang sedang merindukan orang lain. Meski belum terbukti secara ilmiah, kepercayaan ini tetap hidup di tengah masyarakat sebagai bagian dari budaya. (Aya)

Baca juga: Mitos Pohon Rambutan di Depan Rumah Menurut Kepercayaan Masyarakat