Konten dari Pengguna

Mitos Burung Elang, Simbol Keberanian dan Kekuatan

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Burung Elang, Foto: Pexels/Anthony 🙂
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Burung Elang, Foto: Pexels/Anthony 🙂

Elang merupakan burung pemanasan atau predator dalam ekosistem. Dalam kepercayaan masyarakat, ada mitos burung elang yang dipercaya sebagai simbol keberanian dan kekuatan.

Mengutip dari Sayap Burung Elang Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Kriya Kulit, oleh Istiyanto (2009), dalam situs digilib.isi.ac.id, elang merupakan hewan pemangsa. Makanan utamanya hewan mamalia kecil.

Elang adalah hewan berdarah panas. Terdapat berbagai jenis burung elang, salah satunya adalah Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), yang merupakan spesies endemik dari Pulau Jawa.

Mitos Burung Elang

Ilustrasi Mitos Burung Elang, Foto: Pexels/Pixabay

Mitos burung elang yang dikutip dari situs kachinahouse.com, yaitu burung ini seringkali dianggap memiliki hubungan dengan "Roh Agung." Elang diyakini memiliki kemampuan untuk hidup di alam bumi dan alam baka.

Bagi banyak suku, elang melambangkan keseimbangan. Ada mitos Abenaki khusus yang dikaitkan dengan simbol elang penduduk asli Amerika.

“Kisosen,” atau “orang yang membawa matahari,” dilambangkan sebagai elang dengan sayap yang terbuka untuk menciptakan siang dan yang tertutup untuk menciptakan malam.

Masih dikutip dari sumber yang sama, elang dilambangkan sebagai simbol yang bertindak seperti pembawa pesan ke surga. Elang melambangkan kekuatan, keberanian, dan kebijaksanaan.

Selain burung itu sendiri, bagian-bagian tertentu dari hewan ini memiliki arti penting bagi suku-suku asli Amerika. Misalnya, tulang-tulangnya digunakan untuk membuat seruling dan instrumen serupa untuk upacara keagamaan.

Bulu elang digunakan selama ritual doa dan selama pertemuan komunal khusus. Bulu elang melambangkan jaminan bahwa seseorang tidak berbohong.

Elang dipercaya menjadi penghubung antara roh dan manusia. Dalam mitologi Yunani, elang emas adalah utusan pribadi Zeus dan melambangkan kekuasaan serta kebijaksanaan.

Dikutip dari situs timesgazette.com, ada kisah mitos tentang elang yang sering bicarakan. Menurut kisah tersebut, elang dapat hidup hingga 70 tahun, tetapi mereka harus melalui proses kelahiran kembali yang menyakitkan.

Pada usia 40 tahun, cakarnya yang panjang dan lentur tidak dapat lagi mencengkeram mangsa, dan paruhnya yang tajam menjadi bengkok serta sayapnya yang tua menempel di dadanya dan membuatnya sulit terbang.

Elang hanya punya dua pilihan, mati atau menjalani proses perubahan yang menyakitkan yang berlangsung selama 150 hari, yang mengharuskan elang terbang ke puncak gunung dan duduk di sarangnya.

Di sana, elang membenturkan paruhnya ke batu hingga paruhnya tercabut, mencabut cakarnya, dan mencabut bulunya. Elang kemudian menunggu hingga semuanya tumbuh kembali.

Setelah lima bulan, elang melakukan penerbangan kelahiran kembali yang terkenal dan hidup selama 30 tahun lagi.

Meskipun ini hanyalah mitos, mitos ini telah menyebar ke masyarakat selama bertahun-tahun dan terus mencerminkan keagungan sifat burung tersebut. Demikianlah penjelasan mengenai mitos burung elang. (IF)

Baca juga: Mitos Burung Kenari, Apakah Benar Hewan Ini Bisa Membaca Energi Manusia?