Konten dari Pengguna

Mitos Gedung Sate yang Banyak Diperbincangkan

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Gedung Sate, Foto: Unsplash/Ari Nuraya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Gedung Sate, Foto: Unsplash/Ari Nuraya

Gedung sate tidak hanya dikenal karena keindahan bangunannya yang megah dan unik, tetapi juga menyimpan berbagai kisah turun-temurun oleh masyarakat. Berbagai mitos Gedung Sate sering diperbincangkan hingga saat ini.

Mengutip situs p2k.stekom.ac.id, Gedung Sate mulai dibangun pada tahun 1920 saat pemerintahan Hindia Belanda dan dikenal sebagai Kantor Gubernur sejak tahun 1980 karena menjadi pusat kegiatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Mitos Gedung Sate

Ilustrasi Mitos Gedung Sate, Foto: Unsplash/Vincentius Chrisna Febrian

Bangunan bersejarah yang kini menjadi kantor Gubernur Jawa Barat ini kerap dikaitkan dengan cerita-cerita yang membuatnya semakin menarik perhatian masyarakat. Berikut adalah mitos Gedung Sate yang banyak diperbincangkan.

1. Mitos Arwah Pekerja yang Gugur

Pembangunan Gedung Sate pada era kolonial Belanda konon melibatkan ratusan pekerja lokal dan luar daerah. Dalam prosesnya yang panjang dan berat, sejumlah pekerja diyakini kehilangan nyawa karena kecelakaan kerja.

Seiring berjalannya waktu, muncullah cerita dari para penjaga dan pengunjung gedung yang mengaku mendengar suara langkah kaki tanpa wujud, dentingan alat bangunan, hingga penampakan sosok bayangan di malam hari.

Hal ini memperkuat kepercayaan bahwa arwah para pekerja yang gugur masih menghuni gedung ini dan belum menemukan ketenangan. Sampai saat ini, cerita tersebut masih menjadi misteri yang menarik perhatian.

2. Mitos Terowongan Rahasia di Bawah Gedung

Kisah lain yang tak kalah menarik adalah keberadaan terowongan rahasia yang konon terletak di bawah Gedung Sate. Menurut berbagai cerita, terowongan ini menghubungkan gedung utama dengan beberapa titik penting di Bandung.

Meskipun belum ada bukti resmi yang mengonfirmasi keberadaan jalur bawah tanah tersebut, banyak orang berspekulasi bahwa terowongan ini dulunya digunakan untuk keperluan militer atau jalur pelarian pada masa perang.

Kisah ini terus berkembang seiring berjalannya waktu, memperkuat kesan bahwa Gedung Sate bukan sekadar pusat pemerintahan, melainkan juga menyimpan lapisan rahasia yang belum sepenuhnya terungkap oleh sejarah.

Demikianlah mitos Gedung Sate. Terlepas dari benar atau tidaknya kisah-kisah tersebut, mitos-mitos ini memperkaya nilai budaya dan memperkuat daya tarik Gedung Sate sebagai simbol Kota Bandung. (Nab)

Baca Juga: Mitos Gunung Kawi yang Masih Diyakini hingga Kini