Konten dari Pengguna

Mitos Goreng Ikan Asin Malam Hari yang Membawa Malapetaka

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mitos goreng ikan asin malam hari, foto: unsplash/Binit Sharma
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mitos goreng ikan asin malam hari, foto: unsplash/Binit Sharma

Di banyak daerah di Indonesia, terutama wilayah pedalaman Kalimantan, beredar mitos goreng ikan asin malam hari.

Konon, aroma khas ikan asin yang dimasak bisa menarik perhatian makhluk halus dan membawa sial.

Mitos Goreng Ikan Asin Malam Hari dan Penjelasan Ilmiah

Ilustrasi mitos goreng ikan asin malam hari, foto: unsplash/Selasie Apeadu

Mitos goreng ikan asin malam hari tak sekadar dongeng turun-temurun.

Mengutip dari situs ub.ac.id, masyarakat Dayak meyakini malam hari sebagai waktu ketika dunia gaib dan nyata saling beririsan. Aroma ikan asin yang menyengat dipercaya memancing gangguan dari roh-roh hutan.

Namun, larangan ini ternyata punya dasar ilmiah yang tak bisa diabaikan.

Mengutip situs untan.ac.id, studi biomedis menunjukkan bahwa konsumsi ikan asin setelah pukul 8 malam meningkatkan risiko hipertensi hingga 37%.

Hal ini disebabkan tingginya kadar garam (hingga 30% berat total) yang sulit diproses tubuh pada malam hari, saat kerja ginjal menurun.

Penelitian lain juga menemukan korelasi antara konsumsi ikan asin malam hari dengan pembentukan senyawa karsinogenik pemicu kanker.

Di kota-kota besar, mitos ini justru mengalami adaptasi unik. Sebagian warga urban tetap memegang larangan ini meski tinggal jauh dari hutan.

Fenomena ini dilihat sebagai bentuk adaptasi psikologis terhadap kerinduan akan nilai-nilai tradisional di tengah hiruk pikuk kota.

Ironisnya, ikan asin justru dijual sebagai kuliner malam oleh banyak pelaku UMKM. Di satu sisi, budaya lokal menghindarinya, sementara di sisi lain pasar menjadikannya daya tarik wisata kuliner.

Pemerintah dan akademisi kini mulai mencari jalan tengah. Pendekatan edukatif berbasis budaya, seperti pertunjukan wayang dengan pesan kesehatan, terbukti mampu menurunkan konsumsi ikan asin malam hari.

Inovasi teknologi pengawetan rendah garam pun sedang dikembangkan agar ikan asin tetap aman dikonsumsi tanpa mengorbankan rasa dan kesehatan.

Mitos goreng ikan asin malam hari pada akhirnya, bukan sekadar cerita rakyat. Ia adalah refleksi dari kecerdasan lokal yang kini terbukti punya relevansi ilmiah.

Sebuah bukti bahwa warisan budaya dan ilmu pengetahuan bisa saling menguatkan demi masa depan yang lebih sehat. (Echi)

Baca juga: Mitos Ikan Sembilang yang Masih Dipercaya di Berbagai Daerah