Konten dari Pengguna

Mitos Gunung Raung yang Masih Dipercaya hingga Kini

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Gunung Raung yang Masih Dipercaya hingga Kini, Foto: Unsplash/dulz muhammad
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Gunung Raung yang Masih Dipercaya hingga Kini, Foto: Unsplash/dulz muhammad

Mitos Gunung Raung merupakan bagian dari cerita-cerita rakyat yang berkembang di wilayah Jawa Timur, khususnya di kalangan masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung tersebut.

Gunung Raung, yang dikenal dengan kawahnya yang luas dan aktivitas vulkaniknya yang aktif, tidak hanya menyimpan fenomena alam yang menakjubkan tetapi juga kisah-kisah mistis yang dipercayai secara turun-temurun.

Mengutip situs palapa.mipa.unej.ac.id, Gunung Raung memiliki ketinggian 3.332 mdpl serta bagian dari gugusan Pegunungan Ijen yang mencakup beberapa gunung lain seperti Suket, Pendil, Rante, Merapi, Remuk, dan Kawah Ijen.

Mitos Gunung Raung

Ilustrasi Mitos Gunung Raung yang Masih Dipercaya hingga Kini, Foto: Pixabay/Kanenori

Mitos Gunung Raung yang masih dipercaya hingga kini sangat kental dengan nuansa mistis dan kepercayaan lokal masyarakat di sekitar gunung tersebut.

Salah satu mitos paling terkenal adalah keberadaan Kerajaan Macan Putih yang diyakini berada di kawasan barat kaldera Gunung Raung.

Menurut cerita yang berkembang, kerajaan gaib ini dipimpin oleh sosok Pangeran Tawangulun dan konon berdiri sejak letusan besar Gunung Raung pada tahun 1638.

Warga setempat percaya bahwa kawasan perbukitan terjal di barat kaldera merupakan singgasana kerajaan tersebut, dan pos pendakian Pondok Angin disebut-sebut sebagai gerbang menuju alam gaib Kerajaan Macan Putih.

Selain kisah kerajaan gaib, banyak pendaki dan masyarakat sekitar yang meyakini bahwa Gunung Raung adalah tempat yang sangat sakral dan penuh pantangan.

Pendaki sering diingatkan untuk menjaga sikap, tidak berkata atau bertindak sembarangan, serta menghormati alam dan makhluk tak kasatmata yang dipercaya mendiami kawasan gunung.

Cerita-cerita tentang penampakan makhluk halus, suara aneh, hingga pendaki yang tersesat secara misterius masih sering terdengar dan menambah aura mistis Gunung Raung.

Kepercayaan ini membuat banyak orang melakukan ritual atau meminta izin secara spiritual sebelum mendaki, agar perjalanannya selamat dan tidak diganggu oleh penghuni gaib gunung.

Mitos lain yang berkembang adalah tentang batas-batas wilayah gaib yang tidak boleh dilanggar oleh pendaki.

Jika seseorang melanggar pantangan atau tidak sopan, dipercaya bisa mengalami kejadian aneh seperti kehilangan arah, merasa diawasi, atau bahkan tidak bisa kembali dari pendakian.

Cerita-cerita mistis ini terus hidup dan diwariskan secara turun-temurun, menjadikan Gunung Raung bukan hanya sebagai destinasi alam, tetapi juga sebagai tempat yang sarat nilai spiritual dan misteri di mata masyarakat sekitar.

Mitos Gunung Raung menjadi cerminan bagaimana alam dan kepercayaan lokal saling berkelindan dalam membentuk pandangan hidup masyarakat.

Kisah-kisahnya memperkaya sejarah lisan dan menanamkan nilai penghormatan pada alam dan kesakralan gunung. (Fikah)

Baca juga: Mitos Mencium Bau Bangkai yang Dipercaya Banyak Orang