Konten dari Pengguna

Mitos Gunung Ungaran dan Pariwisatanya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Gunung Ungaran,Pexels/Feyruz Aslanov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Gunung Ungaran,Pexels/Feyruz Aslanov

Gunung Ungaran di Jawa Tengah dikenal sebagai gunung berapi yang telah lama tidak aktif. Keberadaannya tetap mengundang rasa penasaran karena lekat dengan beragam mitos Gunung Ungaran.

Salah satu mitos yang terkenal adalah cerita tentang pertapaan para leluhur di kawasan gunung ini. Masyarakat sekitar juga mempercayai adanya tempat-tempat keramat yang hingga kini masih dijaga dan dijadikan lokasi ziarah.

Mitos Gunung Ungaran

Ilustrasi Mitos Gunung Ungaran,Pexels/Gaurav Sedha

Berikut ini mitos Gunung Ungaran dan pariwisatanya berdasarkan artikel ilmiah berjudul Fungsi Tradisi Bedah Blumbang dalam Pelestarian Area Konservasi Air di Kaki Gunung Ungaran Kabupaten Semarang oleh Reny Wiyatasari dan Af’idatul Lathifah.

Gunung Ungaran adalah gunung stratovolcano holosen yang terkikis di Jawa Tengah. Gunung ini berdiri setinggi 2.050 m dan diapit oleh aktivitas fumarol di lereng selatannya.

Salah satu mitos yang bertahan lama menyatakan bahwa Gunung Ungaran adalah sumber mata air dan sungai yang melimpah. Penduduk yang tinggal di lereng, terutama di Dusun Gintungan, percaya bahwa rumah-rumah gunung adalah roh air suci.

Penduduk lokal mempertahankan ritual tahunan yang dikenal sebagai jasa blumbang. Ritual ini dilakukan untuk menghormati dan melestarikan sumber-sumber air ini.

Selama upacara tersebut, penduduk desa membersihkan mata air, membawa air dari beberapa titik suci, dan merayakannya dengan malam wayang (teater wayang). Tradisi ini memiliki fungsi ekologis dan sosial.

Tradisi blumbang mendorong kohesi masyarakat dan memperkuat tabu budaya terhadap pencemaran air. Tradisi ini secara langsung mendukung upaya konservasi air jangka panjang.

Dari perspektif ilmiah, jaringan mata air Gunung Ungaran didukung oleh geologi vulkaniknya. Meskipun tidak aktif, sisa panas bumi dan lapisan batuan yang retak memungkinkan terjadinya perkolasi dan pembuangan air yang cukup besar.

Pariwisata Gunung Ungaran

Mitos Gunung Ungaran,unsplash/Frenky Harry

Di sekitar Gunung Ungaran, kompleks candi Gedong Songo dan kota Bandungan merupakan tujuan wisata utama. Kompleks candi ini menarik pengunjung domestik dan mancanegara. Candi-candi kecil era Hindu di Gedong Songo terletak di medan vulkanik yang indah.

Di Dusun Gintungan, operasi blumbang telah berkembang menjadi daya tarik wisata budaya. Kantor Pariwisata Kabupaten Semarang sekarang mempromosikan upacara ini, membantu menarik wisatawan yang tertarik dengan pengalaman eko-budaya.

Perpaduan antara mitos Gunung Ungaran, ritual, dan konservasi menawarkan potensi pariwisata yang unik. Perpaduan ini juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi penduduk desa setempat sambil melestarikan tradisi dan sumber daya alam. (Fia)

Baca juga: Mitos Gunung Argopuro dan Legenda Dewi Rengganis