Mitos Ikan Seluang Kalimantan dalam Cerita Rakyat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos Ikan Seluang Kalimantan merupakan bagian dari kekayaan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat .
Cerita-cerita ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya, kepercayaan, serta cara pandang masyarakat Kalimantan terhadap alam dan makhluk di sekitarnya.
Mitos Ikan Seluang Kalimantan
Mitos ikan seluang Kalimantan meski berukuran kecil dan tampak biasa, ikan ini menyimpan nilai simbolis yang kuat dalam cerita rakyat dan kehidupan spiritual masyarakat Dayak, khususnya suku Dayak Mali.
Dalam banyak cerita rakyat Kalimantan, ikan seluang digambarkan sebagai makhluk yang cerdik dan menjadi simbol keharmonisan antara manusia dan alam.
Salah satu mitos yang berkembang menyebutkan bahwa ikan seluang merupakan jelmaan roh penjaga sungai yang membantu masyarakat dalam mencari rezeki.
Ikan ini dipercaya akan muncul di perairan yang bersih dan subur, tanda bahwa alam dalam keadaan seimbang.
Dikutip dari jurnal Etnozoologi Untuk Ritual Adat Dan Mistis Masyarakat Dayak Mali Di Desa Angan Tembawang Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak oleh M. Dirhamsyah,dkk (2022) ikan seluang Kalimantan digunakan juga sebagai ritual Notongk.
Notongk merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh masyarakat Dayak Mali, ritual ini merupakan bentuk ucapan syukur atas penanaman dan panen padi yang melimpah.
Notongk biasanya digelar setahun sekali pada bulan Mei dan menjadi salah satu momen penting dalam siklus pertanian dan spiritual masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, ikan seluang dimasak bersama bahan-bahan khas lokal dan disajikan kepada leluhur serta roh penjaga sawah sebagai persembahan.
Bagi masyarakat Dayak Mali, kehadiran ikan seluang dalam ritual ini bukan sekadar simbol kelimpahan, tetapi juga sebagai penghubung antara manusia, alam, dan dunia roh.
Ritual ini memperlihatkan betapa kehidupan masyarakat adat Kalimantan sangat menyatu dengan lingkungan sekitarnya, menjadikan setiap unsur alam memiliki nilai sakral.
Keberadaan mitos ikan seluang Kalimantan dan ritual tersebut menunjukkan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan di Kalimantan.
Cerita tentang ikan kecil ini terus hidup mengingatkan bahwa kearifan lokal dan hubungan spiritual dengan alam adalah warisan berharga yang patut dijaga. (shr)
Baca juga : Mitos Burung Cucak Ijo yang Sering Dianggap Membawa Keberuntungan
