Konten dari Pengguna

Mitos Jalan Cadas Pangeran yang Menyimpan Cerita Tersembunyi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Jalan Cadas Pangeran. Unsplash/Sean Chen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Jalan Cadas Pangeran. Unsplash/Sean Chen

Mitos Jalan Cadas Pangeran tidak hanya menjadi bagian dari cerita rakyat, tetapi juga menyimpan unsur sejarah yang menarik untuk ditelusuri.

Jalan yang menghubungkan Bandung dan Sumedang ini dikenal bukan hanya karena kelokan tajam dan kontur terjalnya, melainkan juga karena legenda yang melekat di dalamnya.

Mitos Jalan Cadas Pangeran

Ilustrasi Mitos Jalan Cadas Pangeran. Unsplash/Andreas Böhlmann

Dikutip dari buku Legenda Rakyat Nusantara, Nur Hidayah, 2019:132, disebutkan bahwa nama Cadas Pangeran merujuk pada sebuah peristiwa penting yang melibatkan tokoh Pangeran Kornel.

Kisah ini telah diwariskan secara lisan dan mencerminkan ketegangan antara rakyat dan kekuasaan kolonial pada masa pembangunan jalan tersebut.

Mitos Jalan Cadas Pangeran berkaitan erat dengan penolakan Pangeran Kornel terhadap perintah Gubernur Jenderal Daendels yang memaksa rakyat untuk bekerja paksa membangun jalan.

Dalam narasi rakyat, dikisahkan bahwa Pangeran Kornel menunjukkan sikap perlawanan saat Daendels melakukan inspeksi di wilayah itu. Adegan dramatis ini menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan kolonial.

Pembangunan jalan tersebut menimbulkan penderitaan besar di kalangan rakyat karena sistem kerja paksa atau rodi.

Legenda juga menyebutkan bahwa di salah satu sudut jalan cadas itu, sering terdengar suara langkah kaki atau teriakan yang berasal dari jurang. Hal ini dipercaya sebagai pertanda bahwa arwah para pekerja paksa yang meninggal saat pembangunan jalan belum tenang.

Kepercayaan ini membuat masyarakat setempat tetap menjaga sikap sopan saat melewati kawasan tersebut, terutama pada malam hari.

Cerita Sejarah dan Pengaruh Budaya

Ilustrasi Mitos Jalan Cadas Pangeran. Unsplash/Inna Safa

Selain mitos jalan Cadas Pangeran, sejarah mencatat bahwa pembangunan jalan ini merupakan bagian dari proyek Jalan Raya Pos yang menghubungkan Anyer-Panarukan atas perintah Daendels pada awal abad ke-19.

Cadas Pangeran menjadi lokasi yang terkenal karena batu-batu cadas harus dipahat secara manual oleh rakyat, yang sebagian besar akhirnya meninggal akibat kerja berat dan perlakuan buruk.

Budaya lokal turut mewarisi cerita ini dalam bentuk seni pertunjukan dan cerita rakyat.

Kisah perlawanan Pangeran Kornel menjadi simbol keberanian rakyat Sunda melawan kekuasaan kolonial. Seiring waktu, Jalan

Cadas Pangeran tidak hanya dikenang sebagai jalur penting secara geografis, tetapi juga sebagai saksi bisu dari kisah pilu yang diwariskan lintas generasi.

Mitos Jalan Cadas Pangeran bukan sekadar cerita mistis, melainkan juga representasi dari perlawanan terhadap penindasan dan bukti kuatnya ingatan kolektif masyarakat akan sejarah.

Kisah ini memperlihatkan betapa jalan tersebut menjadi lebih dari sekadar lintasan fisik. Ia adalah simbol budaya dan sejarah yang patut dihormati serta dijaga warisannya. (Mona)

Baca Juga: 5 Larangan di Candi Prambanan yang Wajib Dipatuhi Pengunjung