Mitos Jalan di Alun-Alun Kidul Jogja yang Konon Menyingkap Hati dan Kejujuran

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos jalan di Alun-Alun Kidul Jogja telah lama menjadi cerita yang menarik perhatian banyak orang.
Kepercayaan ini mengatakan bahwa siapa pun yang mampu berjalan lurus dengan mata tertutup melewati dua pohon beringin kembar di tengah alun-alun memiliki hati yang jujur dan tulus.
Dikutip dari buku Yogyakarta Memahami Tradisi dan Budaya Jawa, Suwito Santoso, 2010:87, tradisi ini merupakan bagian dari ritual kejawen yang mengandung makna spiritual mendalam dan telah diwariskan secara turun-temurun dalam budaya masyarakat.
Mitos Jalan di Alun-Alun Kidul Jogja
Mitos jalan di Alun-Alun Kidul Jogja berpusat pada dua pohon beringin besar yang berdiri kokoh di tengah alun-alun. Beringin kembar ini dianggap sebagai penjaga pintu gaib menuju dunia spiritual.
Konon, seseorang yang dapat berjalan lurus melewati kedua pohon ini dengan mata tertutup dipercaya memiliki hati yang bersih dan niat yang tulus.
Ritual berjalan di antara beringin kembar ini tidak hanya dilakukan sebagai hiburan malam, tetapi juga sebagai ujian batin yang sarat makna.
Tradisi ini mengandung filosofi tentang kejujuran dan integritas. Gagalnya seseorang dalam melewati jalan ini secara lurus seringkali diartikan sebagai pertanda bahwa batinnya masih belum sepenuhnya jujur atau terdapat niat yang kurang baik.
Filosofi dan Makna di Balik Tradisi
Fenomena mitos jalan di Alun-Alun Kidul Jogja tidak lepas dari nilai simbolik dua pohon beringin yang menjadi ikon kawasan tersebut.
Dalam budaya Jawa, pohon beringin adalah lambang kekuatan, perlindungan, dan keseimbangan hidup. Oleh sebab itu, keberadaan beringin kembar di alun-alun diyakini sebagai penjaga keharmonisan antara manusia dan alam.
Ritual berjalan di antara beringin kembar biasanya dilakukan pada malam hari, saat suasana tenang dan mistis lebih terasa. Ritual ini menegaskan bahwa ketulusan dan kejujuran bukan hanya soal kata, tetapi juga tercermin dari tindakan dan niat yang tulus.
Mitos jalan di Alun-Alun Kidul Jogja menjadi bagian penting dari warisan budaya yangmasih dijaga dan dihormati masyarakat.
Tradisi ini menunjukkan betapa kaya dan dalamnya filosofi kejawen yang menekankan nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Hingga kini, mitos ini terus menarik perhatian banyak orang dan menjadi simbol kejujuran yang menyejukkan dalam keramaian alun-alun. (Mona)
Baca Juga: Mitos Burung Cucak Ijo yang Sering Dianggap Membawa Keberuntungan
