Mitos Jembatan Cangar yang Dipercayai Masyarakat Setempat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos Jembatan Cangar telah lama menjadi bagian dari cerita rakyat yang beredar di kawasan perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Terletak di jalur pegunungan menuju Taman Hutan Raya R. Soerjo, jembatan ini dikenal sebagai salah satu titik paling angker di jalur Cangar Pacet.
Meski pemandangannya indah dan udaranya sejuk menyegarkan, banyak warga dan wisatawan memercayai adanya kekuatan gaib yang bersemayam di sekitar jembatan tersebut.
Mitos Jembatan Cangar
Mitos Jembatan Cangar paling sering dikaitkan dengan larangan melintasi jembatan saat menjelang magrib atau tengah malam. Konon, pada waktu-waktu tertentu, sosok misterius seperti nenek tua atau perempuan berambut panjang kerap menampakkan diri.
Tidak sedikit pula yang mengaku mendengar suara-suara aneh seperti tangisan atau bisikan di sekitar lokasi.
Beberapa kisah menyebutkan bahwa kendaraan bisa tiba-tiba mogok tanpa sebab saat melintasi jembatan ini, terutama bagi mereka yang melanggar pantangan adat setempat.
Menurut cerita yang berkembang, jembatan ini dibangun di atas wilayah yang dulunya dipercaya sebagai tempat petapaan atau pembuangan korban pesugihan. Energi gaib yang tersisa diyakini masih aktif hingga kini.
Oleh karena itu, warga sekitar sering menyarankan pengunjung untuk mengucapkan permisi atau membunyikan klakson sebelum melintasi jembatan, sebagai bentuk penghormatan terhadap penghuni tak kasat mata.
Dikutip dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, tradisi dan mitos lokal seperti ini merupakan bagian dari warisan budaya takbenda yang tetap hidup di tengah masyarakat modern.
Meskipun sulit dibuktikan secara ilmiah, kepercayaan ini menjadi wujud hubungan masyarakat dengan alam dan dunia spiritual yang telah berlangsung turun-temurun.
Keberadaan mitos Jembatan Cangar bukan cerita horor semata, melainkan juga menjadi pengingat akan pentingnya menghormati tradisi dan adat di setiap tempat yang didatangi.
Terlepas dari benar atau tidaknya kisah mistis tersebut, kepercayaan lokal ini telah membentuk karakter masyarakat dan menjadi bagian dari identitas budaya yang khas di kawasan pegunungan Jawa Timur. (YOLAN)
Baca juga: 7 Mitos Waduk Gajah Mungkur yang Melekat di Masyarakat Wonogiri
