Mitos Nasi Disemutin Masih Dipercaya hingga Sekarang

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos nasi disemutin menjadi salah satu kepercayaan yang cukup sering dibicarakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan masyarakat yang masih memegang erat tradisi leluhur.
Fenomena ini biasanya terjadi saat nasi yang baru saja dimasak tiba-tiba dikerumuni semut tanpa alasan yang jelas, dan sering kali dianggap membawa makna tersembunyi. Banyak yang kemudian mengaitkannya dengan pertanda rezeki atau tamu yang akan datang.
Dikutip dari jurnal Fungsi Mitos dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Pendukungnya, (Iswidayati, 2007:183), mitos yang mencerminkan budaya sering menyampaikan pesan transformatif, baik dalam bentuk asli maupun versi barunya.
Mitos Nasi Disemutin
Mitos nasi disemutin masih banyak dipercaya masyarakat hingga sekarang, terutama di Indonesia.
Salah satu kepercayaan yang berkembang adalah jika nasi yang disimpan di rumah tiba-tiba dikerubungi banyak semut, itu menjadi pertanda bahwa ada orang yang iri atau dengki terhadap pemilik rumah.
Semakin banyak semut yang datang, semakin besar pula rasa iri yang ditujukan kepada penghuni rumah tersebut. Mitos ini sudah lama beredar dan diwariskan secara turun-temurun, meski kebenarannya tidak pernah bisa dibuktikan secara ilmiah.
Selain tafsir tentang iri hati, dalam kepercayaan Jawa, kehadiran banyak semut di rumah juga sering dianggap sebagai pertanda baik.
Menurut primbon Jawa, semut yang membawa makanan atau berbaris di dalam rumah bisa diartikan sebagai tanda akan datangnya kelimpahan rezeki dan kebahagiaan bagi penghuni rumah.
Semut dipandang sebagai pembawa pesan dari alam, dan kehadirannya sering dikaitkan dengan rezeki yang akan datang atau masalah yang akan segera teratasi.
Di sisi lain, dari sudut pandang kesehatan, makanan yang sudah dikerubungi semut sebaiknya tidak dikonsumsi karena kebersihannya sudah berkurang dan berisiko membawa kuman atau penyakit.
Terkait mitos nasi disemutin sebagai pertanda gaib, hingga kini masih banyak masyarakat yang memercayainya, meski sebagian sudah mulai memahami bahwa fenomena ini lebih berkaitan dengan faktor kebersihan dan sisa makanan manis.
Mitos nasi disemutin tidak sekadar isapan jempol bagi sebagian orang, tetapi telah menjadi bagian dari warisan budaya lisan yang terus diwariskan antar generasi.
Benar atau tidaknya, pembahasan ini membuka cara pandang masyarakat terhadap kejadian sehari-hari. (Fikah)
Baca juga: Mitos Burung Masuk Rumah, Pertanda Baik atau Buruk?
