Mitos Renovasi Rumah saat Hamil dan Kepercayaan yang Masih Melekat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos renovasi rumah saat hamil sering kali menjadi perdebatan di tengah masyarakat.
Mitos ini dianggap membawa kesialan atau malapetaka bagi keluarga yang sedang menantikan kelahiran buah hati. Selain itu, mitos ini diyakini dapat memengaruhi kesehatan janin jika proses pembangunan dilakukan saat usia kehamilan tertentu.
Mitos Renovasi Rumah saat Hamil
Mitos renovasi rumah saat hamil dipercaya dapat mendatangkan nasib buruk jika proses renovasi mengubah struktur bangunan yang dianggap "keramat" oleh sebagian masyarakat.
Dikutip dari situs unair.ac.id, renovasi yang dilakukan dengan cara yang tepat dan memperhatikan kesehatan ibu hamil dapat berjalan aman tanpa risiko pada janin.
Berikut beberapa mitos renovasi rumah saat hamil sesuai dengan kepercayaan yang masih melekat.
1. Renovasi Membawa Energi Negatif
Banyak yang percaya bahwa merenovasi rumah saat hamil dapat membawa energi negatif yang berdampak buruk pada janin. Beberapa orang meyakini bahwa getaran dan perubahan besar di rumah dapat mengganggu kenyamanan bayi di dalam kandungan.
Faktanya, selama renovasi dilakukan dengan aman dan tidak mengganggu kesehatan ibu, seperti paparan debu berlebih atau bahan kimia berbahaya, renovasi tidak akan berdampak buruk.
2. Mengubah Tata Letak Rumah Akan Membingungkan Bayi
Kepercayaan lain menyebutkan bahwa mengubah tata letak rumah ketika hamil akan membuat bayi "bingung" dan sulit menemukan kenyamanannya setelah lahir.
Padahal, tidak ada penelitian medis yang mendukung klaim tersebut. Bayi yang baru lahir justru membutuhkan lingkungan yang aman dan nyaman, terlepas dari perubahan yang terjadi selama proses renovasi.
3. Membongkar Atap atau Pintu Akan Mengusik Roh Penjaga
Beberapa mitos lokal percaya bahwa membongkar bagian atap atau pintu rumah ketika istri hamil bisa "mengusik" roh penjaga rumah.
Kepercayaan ini sering dihubungkan dengan kejadian-kejadian buruk yang dianggap sebagai akibat dari renovasi. Secara ilmiah, hal ini tidak terbukti dan lebih bersifat kepercayaan budaya.
Mitos renovasi rumah saat hamil memang masih melekat kuat di sebagian masyarakat.
Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa renovasi rumah dapat berdampak buruk pada ibu atau bayi. Hal terpenting adalah memastikan renovasi berjalan dengan aman dan meminimalisir paparan terhadap bahan kimia dan debu. (Ffh)
Baca juga: Mitos Mandi Malam Masih Dipercaya, Ini Penjelasan Logisnya
