Konten dari Pengguna

Mitos Rumah Tersambar Petir yang Masih Dipercaya Banyak Orang

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos rumah kesambar petir/Unsplash/Scott Osborn
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos rumah kesambar petir/Unsplash/Scott Osborn

Mitos rumah tersambar petir sering kali berkembang di masyarakat sebagai sesuatu yang menakutkan.

Meskipun sains sudah menjelaskan fenomena ini secara ilmiah, mitos rumah tersambar petir tetap bertahan dan dipercaya banyak orang hingga saat ini.

Mitos Umum Tentang Rumah Tersambar Petir

Ilustrasi Mitos rumah tersambar petir/Unsplash/Giorgio Trovato

Mitos rumah tersambar petir kerap kali dikaitkan dengan material bangunan, lokasi rumah, dan bahkan aktivitas di dalam rumah. Mitos ini juga dianggap membawa malapetaka besar yang sulit dihindari.

Dikutip dari laman itb.ac.id, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap petir menyebabkan kejadian orang tersambar petir atau rusaknya alat elektronik. Berikut beberapa mitos yang paling sering dipercaya beserta fakta ilmiahnya:

1. Rumah Berdinding Kayu Lebih Aman dari Sambaran Petir

Banyak yang percaya bahwa rumah yang terbuat dari kayu lebih aman dari sambaran petir dibandingkan rumah berbahan beton atau logam.

Faktanya, material bangunan tidak memengaruhi risiko tersambar petir.

Petir akan mencari jalur dengan hambatan listrik paling rendah. Jika rumah memiliki instalasi listrik atau antena logam yang tidak terlindungi, sambaran petir tetap bisa terjadi.

2. Petir Tidak Akan Menyambar di Tempat yang Sama Dua Kali

Ini adalah mitos yang sangat populer. Kenyataannya, petir bisa menyambar di tempat yang sama berkali-kali, terutama di objek tinggi dan terbuka seperti menara atau gedung pencakar langit.

Contoh paling terkenal adalah Empire State Building di New York yang tersambar petir rata-rata 20 hingga 25 kali setiap tahun.

3. Mematikan Semua Alat Elektronik Cukup untuk Menghindari Kerusakan

Sebagian orang mematikan TV, komputer, dan alat elektronik lainnya saat hujan petir, dengan harapan dapat mencegah kerusakan. Langkah ini memang baik, tetapi tidak cukup. Sambaran petir dapat mengalir melalui kabel listrik, telepon, dan bahkan pipa air.

Cara terbaik adalah mencabut semua perangkat elektronik dari stop kontak.

Mitos tentang rumah tersambar petir memang masih banyak dipercaya, tetapi tidak semuanya benar.

Dengan pengetahuan yang tepat dan tindakan pencegahan yang baik, risiko kerusakan akibat sambaran petir dapat diminimalisir secara signifikan. Pastikan melindungi rumah dengan teknologi penangkal petir yang memadai dan selalu waspada saat hujan petir berlangsung.(Ffh)

Baca juga: Mitos Hujan Panas yang Beredar di Masyarakat