Konten dari Pengguna

Mitos Rumah Tidak Ada Pintu Belakang di Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Rumah Tidak Ada Pintu Belakang di Indonesia, Unsplash/christian koch
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Rumah Tidak Ada Pintu Belakang di Indonesia, Unsplash/christian koch

Mitos rumah tidak ada pintu belakang sering kali dikaitkan dengan keyakinan bahwa hal tersebut dapat membawa kesialan atau menghambat rezeki penghuni rumah.

Mengutip dari Mitos Jurnalisme, Rini Lestari (2016), mitos merupakan bagian dari tradisi yang melekat dalam kebiasaan masyarakat, mencerminkan bagaimana keyakinan lama dapat mempengaruhi tindakan sehari-hari.

Dalam banyak budaya, desain rumah dianggap tidak hanya soal fungsi dan estetika, tetapi juga berkaitan erat dengan nilai-nilai spiritual dan simbolik.

Mitos Rumah Tidak Ada Pintu Belakang

Ilustrasi Mitos Rumah Tidak Ada Pintu Belakang, Unsplash/Camille Brodard

Mitos rumah tidak memiliki pintu belakang telah lama hidup dalam masyarakat Indonesia dan beberapa budaya Asia, terutama yang dipengaruhi ajaran Feng Shui. Kepercayaan ini menyebutkan bahwa pintu belakang bisa menjadi "jalan keluar" bagi rezeki.

Artinya, bila rumah memiliki pintu depan dan pintu belakang yang sejajar, maka keberuntungan dan energi positif yang masuk bisa langsung keluar, membuat penghuni rumah kesulitan mempertahankan kesejahteraan.

Dalam praktik Feng Shui, konsep ini cukup kuat. Pintu belakang dianggap sebagai jalur "penguras" energi jika tidak dirancang dengan tepat.

Karena itu, banyak orang yang sengaja menghindari pembangunan pintu belakang atau mengakalinya dengan pembatas agar aliran energi tidak langsung menuju luar rumah.

Namun, dalam sudut pandang praktis dan desain modern, pintu belakang justru dianggap penting. Pintu ini mempermudah akses menuju halaman, dapur luar, atau ruang servis.

Lebih dari itu, keberadaan pintu belakang bisa menjadi jalur evakuasi jika terjadi kondisi darurat seperti kebakaran.

Kepercayaan soal pintu belakang sebenarnya lebih banyak bersifat simbolik, menandakan kehati-hatian dalam menata rumah agar nyaman dan aman.

Meskipun mitos ini masih dipercaya sebagian orang, saat ini banyak arsitek dan pemilik rumah yang menyesuaikan desain rumah berdasarkan fungsionalitas dan kebutuhan keluarga, bukan semata pada kepercayaan turun-temurun.

Itulah penjelasan mengenai mitos rumah tidak ada pintu belakang di Indonesia. Menghormati mitos tentu tak ada salahnya, namun penting juga untuk memadukannya dengan akal sehat dan pertimbangan logis.

Baca Juga: Mitos Kaki Seribu Masuk Rumah, Pertanda Baik atau Buruk?