Konten dari Pengguna

Mitos Sungai Bengawan Solo yang Populer di Kalangan Masyarakat

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Sungai Bengawan Solo, Foto: Pexels/Sindre Fs
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Sungai Bengawan Solo, Foto: Pexels/Sindre Fs

Sungai Bengawan Solo adalah sungai terpanjang di Pulau Jawa dan terletak di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada mitos Sungai Bengawan Solo yang populer di kalangan masyarakat.

Mengutip dari jurnal Eksplorasi Sejarah Sungai Bengawan Solo sebagai Salah Satu Materi Pembelajaran Sejarah Lokal di Sekolah Menengah Atas, oleh Anang Haris Himawan, (2021), Sungai Bengawan Solo sudah terkenal sejak masa prasejarah.

Sungai Bengawan Solo memiliki potensi historis sebagai jalur penting dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan transportasi di masa lalu, namun hal ini masih jarang disorot.

Mitos Sungai Bengawan Solo

Ilustrasi Mitos Sungai Bengawan Solo, Foto: Pexels/Quang Nguyen Vinh

Bengawan Solo menjadi sungai legendaris di Jawa. Sungai Bengawan Solo Purba dikenal sebagai sungai terpanjang di Pulau Jawa. Ada beberapa mitos Sungai Bengawan Solo yang terkenal di kalangan masyarakat.

Dikutip dari situs spada.uns.ac.id, salah satu mitos Sungai Bengawan Solo yaitu adalah Onggo-Inggi.

Onggo-Inggi dipercaya sebagai makhluk menakutkan yang diyakini menghuni Sungai Bengawan Solo. Wujudnya digambarkan sebagai kepala menyeramkan dengan rambut panjang yang menjuntai.

Onggo-Inggi diyakini sebagai makhluk yang hidup di dalam air dan menyerang korban dengan membelitkan rambut panjangnya saat mereka berenang. Namun, kepercayaan ini hanyalah sebatas mitos.

Sebenarnya, larangan untuk berenang saat arus deras merupakan bentuk nasihat keselamatan, mengingat Sungai Bengawan Solo memiliki kedalaman yang cukup berbahaya.

Selain itu, berkembang pula mitos tentang keberadaan naga yang diyakini menghuni sungai tersebut sejak zaman dahulu.

Kepercayaan tersebut muncul karena bentuk aliran Sungai Bengawan Solo yang berkelok-kelok, sehingga menimbulkan anggapan adanya makhluk gaib penjaga di dalamnya.

Masih dikutip situs spada.uns.ac.id, Sungai Bengawan Solo berpotensi menjadi Cagar Budaya Arkeologi dikarenakan banyaknya fosil yang ditemukan di sepanjang hilir Sungai.

Salah satu fosil yang ditemukan adalah Pithecanthropus Erectus. Fosil ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 di sebuah desa yang terletak di tepi Sungai Bengawan Solo.

Demikianlah penjelasan mitos Sungai Bengawan Solo yang populer di kalangan masyarakat. Daerah aliran Sungai Bengawan Solo memiliki luas kurang lebih sekitar 16.100 km persegi. (IF)

Baca juga: Mitos Sungai Mahakam yang Penuh Misteri