Mitos Sungai Kapuas yang Paling Terkenal Menurut Legenda

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sungai Kapuas disebut sebagai sungai terpanjang yang ada di Indonesia. Meski begitu, ada sebuah mitos Sungai Kapuas yang terkenal menurut legenda masyarakat. Mitos tersebut masih dipercaya oleh sebagian masyarakat.
Dikutip dari Sungai Kapuas Terpanjang di Indonesia: Mahakarya Alam yang Menakjubkan, (2023), dalam situs bpmpp.uma.ac.id, Sungai Kapuas mengalir di pulau Kalimantan, menjadikannya sebagai sungai terpanjang kedua di dunia setelah Sungai Nil di Afrika.
Total panjang Sungai Kapuas ini mencapai sekitar 1.143 kilometer, membelah provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sungai Kapuas memiliki keanekaragaman hayati yang sangat melimpah.
Mitos Sungai Kapuas
Sungai Kapuas adalah salah satu sungai populer yang ada di Indonesia. Sungai ini memiliki banyak cerita legenda hingga mitos Sungai Kapuas yang Paling terkenal.
Dikutip dari situs an-nur.ac.id, Sungai Kapuas menyimpan kisah legenda yang menarik untuk disimak.
Dalam cerita tersebut, disebutkan adanya sebuah kerajaan bernama Kahayan Hilir yang hidup dalam kedamaian dan kemakmuran berkat kepemimpinan seorang raja yang adil dan bijak.
Kerajaan itu hidup dalam kedamaian dan kemakmuran berkat kepemimpinan seorang raja yang adil dan penuh kebijaksanaan. Sang raja memiliki sepasang anak kembar yang diberi nama Naga dan Buaya.
Kedua putranya tersebut memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Hal itulah yang membuat sang raja ragu untuk menentukan penerus tahtanya.
Sebelum menetapkan keputusan, raja mengasingkan diri ke suatu tempat di luar istana untuk menenangkan diri. Sementara itu, urusan kerajaan dipercayakan kepada kedua putranya.
Tak disangka, Naga menyalahgunakan kekuasaannya sehingga ditegur oleh Buaya dan membuat keduanya bertengkar hingga berperang.
Sang raja yang mengetahui hal tersebut menjadi murka, lalu mengutuk kedua anaknya menjadi hewan sesuai dengan nama mereka.
Keduanya kemudian meninggalkan istana dan menetap di Sungai Kapuas. Hingga kini, masyarakat setempat masih meyakini bahwa Naga dan Buaya merupakan penjaga Sungai Kapuas.
Sungai Kapuas memegang peranan vital dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya. Selain sebagai sumber air, sungai ini dimanfaatkan untuk transportasi, kegiatan perdagangan, perikanan, pariwisata, hingga aspek kebudayaan.
Selain itu, Sungai Kapuas juga berfungsi sebagai batas alami yang memisahkan wilayah Kota Pontianak, di mana Kecamatan Pontianak Timur dan Pontianak Utara terletak di sisi yang berbeda dari Kecamatan Pontianak Kota.
Demikianlah mitos Sungai Kapuas yang terkenal menurut legenda masyarakat. Meskipun terdapat mitos yang melegenda, sungai ini memiliki banyak daya tarik wisata yang menarik. (IF)
Baca juga: Mitos Danau Sunter yang Mistis beserta Sejarahnya.
