Konten dari Pengguna

Mitos Tanjakan Cinta, Tempat Legendaris yang Penuh Cerita Asmara

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tanjakan Cinta, Foto:Unsplash/Colin + Meg
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tanjakan Cinta, Foto:Unsplash/Colin + Meg

Mitos Tanjakan Cinta selalu berhasil memikat perhatian banyak orang, baik para pendaki maupun wisatawan yang haus akan cerita penuh romantisme.

Nama ini seolah menyimpan magnet tersendiri, karena tidak hanya berkaitan dengan keindahan jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo, tetapi juga erat dengan kisah asmara yang melegenda.

Konon, setiap pasangan yang mampu menaklukkan tanjakan ini tanpa sekalipun menoleh ke belakang diyakini akan memperoleh hubungan yang harmonis, awet, dan bahkan berujung pada pernikahan.

Mitos Tanjakan Cinta

Ilustrasi Tanjakan Cinta, Foto:Unsplash/Tom Keighley

Mitos Tanjakan Cinta telah lama menjadi bagian dari cerita yang mewarnai pendakian Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl.

Dikutip dari laman budaya-indonesia.org, mengungkapkan bahwa tanjakan ini berada di jalur pendakian pada ketinggian sekitar 2.400 mdpl dan semakin dikenal luas setelah film 5 cm populer di layar lebar.

Film tersebut bukan hanya memperlihatkan keelokan Semeru, tetapi juga mengangkat nama Tanjakan Cinta hingga membuat banyak orang penasaran.

Di balik keindahan alam yang memukau, tempat ini menyimpan kisah yang dipercaya sebagian kalangan, sebuah mitos yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Jalur ini terletak setelah Danau Ranu Kumbolo, dan untuk sampai ke padang Oro-Oro Ombo yang dipenuhi bunga lavender liar, pendaki harus menapaki tanjakan dengan kemiringan sekitar 45 derajat.

Meskipun tampak sederhana, jalur ini menyimpan cerita yang membuatnya berbeda.

Konon, siapa pun yang berhasil mendaki tanpa menoleh ke belakang akan mendapatkan cinta yang abadi bersama pasangannya, sedangkan jika gagal menjaga langkah dan menoleh, hubungan asmara diyakini tidak akan bertahan lama.

Oleh karena itu, banyak pendaki menganggap jalur ini bukan sekadar lintasan, melainkan ujian simbolis tentang keteguhan hati.

Kisah tersebut diyakini berawal dari tragedi sepasang tunangan yang mendaki Semeru. Sang pria berhasil sampai di atas tanpa menoleh sedikit pun, namun sang wanita yang merasa lelah terjatuh hingga meninggal dunia.

Dari peristiwa itulah muncul keyakinan bahwa tanjakan ini menjadi ujian bagi kesetiaan serta keteguhan cinta. Sejak saat itu, cerita ini terus hidup, baik dalam percakapan para pendaki maupun kisah-kisah yang disampaikan dari mulut ke mulut.

Meski tidak semua orang mempercayai cerita tersebut, banyak pendaki tetap menjadikannya bagian dari pengalaman mendaki.

Ada yang menilainya sebagai mitos yang sakral, tetapi ada juga yang menganggapnya sekadar tantangan seru untuk dicoba.

Walaupun jalurnya cukup melelahkan, setiap langkah menuju puncak tanjakan terbayar dengan panorama indah Ranu Kumbolo di belakang serta hamparan Oro-Oro Ombo di hadapan.

Dengan demikian, perpaduan kisah romantis, tantangan fisik, serta keindahan alam membuat tempat ini istimewa dan selalu dikenang. Hingga kini, mitos Tanjakan Cinta tetap menjadi daya tarik yang menambah keunikan perjalanan menuju Semeru. (DANI)

Baca juga: Siapa Dewi Pelangi di Mitos Yunani Kuno? Kenali di Sini