Konten dari Pengguna

Nama Bandara Sorong beserta Sejarahnya yang Menarik Disimak

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nama bandara sorong. Foto: Ivan Shimko/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nama bandara sorong. Foto: Ivan Shimko/Unsplash

Nama bandara Sorong adalah Domine Eduard Osok. Terminal ini merupakan salah satu bandar udara paling sibuk sekaligus terbesar di Semenanjung Kepala Burung.

Mari simak penjelasan lengkap tentang nama bandara Sorong beserta sejarah singkatnya melalui ulasan berikut.

Inilah Sejarah Singkat dan Nama Bandara Sorong, Papua Barat

Ilustrasi nama bandara sorong. Foto: Artur Tumasjan/Unsplash

Nama bandara Sorong adalah Domine Eduard Osok yang beralamat di Jalan Basuki Rahmat KM. 8, Remu Utara, Sorong, Papua Barat. Bandara ini menjadi salah satu bandar udara tersibuk dan terbesar di Semenanjung Kepala Burung.

Terletak 8 km dari kota Sorong, Bandara Domine Eduard Osok mulai beroperasi tahun 2004. Pembangunan bandar udara dilakukan sebagai pangganti Bandara Jefman yang lebih kecil serta tua. Bandara Jefman sendiri merupakan bekas lapangan udara sejak Perang Dunia II di Pulau Jefman, Sorong.

Sementara Domine Eduard Osok adalah putra asli suku Moi yang tidak mengenyam pendidikan tinggi, tetapi kemudian diangkat menjadi pendeta di Tanah Papua. Saat ini nama pendeta yang dikenal rendah hati dan sederhana tersebut disematkan pada bandara Sorong.

Sebagai bagian dari program pengembangan bandara, pembangunan terminal baru pun dilakukan oleh Kantor Layanan Transportasi. Terminal ini tampak elegan dengan atap lengkung cekung dan cembung. Tampilan bandara benar-benar dipoles. Penambahan beragam fasilitas canggih, menjadikan bandara ini tak kalah dengan bandar udara lainnya di Indonesia.

Melansir situs hubud.dephub.go.id, bandara ini adalah bandara kelas satu yang dilengkapi fasilitas umum berupa ATM, kantin, toilet, smoking area, musola, money changer, free WIFI, penitipan barang, area untuk anak-anak, hingga charging point. Pada bagian eksterior, tampak ornamen unik mirip buah pinang yang mencerminkan budaya daerah setempat.

Sementara bagian interiornya juga dipercantik sehingga menambah kenyamanan para penumpang. Gedung terminal penumpang diperluas sampai 13.700 meter persegi dengan daya tampung hingga 782 penumpang. Pengembangan bandara ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2011 sampai 2015.

Beberapa di antaranya adalah gedung terminal penumpang yang dibangun menjadi dua lantai, pemasangan garbarata serta fixed bridge, lift terminal, baggage handling system, x-ray bagasi, kabin multi view, walkthrough metal detector, hingga penambahan fasilitas lain seperti area kerbside, konsesi, serta pembaruan desain interior dalam terminal.

Sebagai bandara pengumpan, bandara ini melayani penerbangan domestik dari beberapa maskapai seperti Garuda Indonesia serta Sriwijaya Air dan Ekspress. Runway bandara mempunyai panjang 2.060 meter dengan lebar 45 meter sehingga memungkinkan untuk pendaratan pesawat sejenis Boeing Seri 737.

Pergerakan pesawat di Bandara Domine Eduard Osok, mengalami rata-rata pertumbuhan sebesar 3,3% setiap tahunnya. Sementara rata-rata pertumbuhan penumpang per tahunnya mencapai angka 13,2%. Di mana tahun 2014 terdapat sekitar 500.000 penumpang.

Demikian nama bandara Sorong dan penjelasannya. Kendati berada di kawasan yang jauh dari ibu kota, fasilitas yang dimiliki bandara ini cukup memadai dan tak kalah dari bandar udara di kota lainnya. (DN)