Nama Lain dari Tanam Paksa pada Masa Penjajahan Belanda

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem tanam paksa adalah suatu kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Belanda ketika menduduki Indonesia. Adapun nama lain dari tanam paksa adalah cultuurstelsel.
Kurniawan dalam Dampak Sistem Tanam Paksa terhadap Dinamika Perekonomian Petani Jawa 1830-1870 menyebutkan bahwa sistem tanam paksa di Indonesia diterapkan dalam kurun waktu sekitar 50 tahun.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nama lain dari tanam paksa pada masa penjajahan Belanda, simak selengkapnya di artikel berikut ini.
Nama Lain dari Tanam Paksa pada Masa Kolonial Belanda
Sistem tanam paksa adalah sistem yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia. Sistem ini mengharuskan rakyat Indonesia untuk mengerjakan proyek penanaman tanaman ekspor sejak tahun 1830.
Adapun nama lain dari tanam paksa adalah cultuurstelsel. Sebenarnya, cultuurstelsel mempunyai arti kewajiban rakyat untuk menanam tanaman ekspor yang mampu dijual di kawasan Eropa.
Masyarakat Indonesia menyebutnya sebagai sistem tanam paksa karena penerapan kebijakan ini atas dasar paksaan, sehingga membuat rakyat Indonesia menderita.
Latar Belakang Sistem Tanam Paksa
Penerapan sistem tanam paksa di Indonesia ini mempunyai beberapa latar belakang. Adapun faktor penyebab penerapan sistem tanam paksa adalah:
Belanda menghabiskan banyak biaya akibat terlibat di dalam peperangan ketika Eropa berada di bawah masa kejayaan Napoleon Bonaparte.
Terjadi perang kemerdekaan Belgia yang berakhir dengan pisahnya Belgia dari Belanda di tahun 1830.
Belanda mengeluarkan banyak biaya sampai 20 juta gulden guna menghadapi Perang Diponegoro pada 1825 hingga 1830.
Pemasukan uang dari hasil tanam kopi tidak begitu banyak.
Kas negara Belanda kosong dan utang yang harus ditanggung cukup banyak.
Adanya kegagalan dalam praktis liberal pada 1816-1830 yang berkaitan dengan eksploitasi tanah jajahan untuk memberikan benefit besar bagi Belanda.
Akibat beberapa faktor tersebut, akhirnya Gubernur Jenderal Van den Bosch mengusulkan penerapan sistem tanam paksa guna memperoleh keuntungan besar.
Pasalnya, tugas utama Van den Bosch sebagai gubernur adalah membayar utang-utang Belanda serta memperoleh keuntungan besar guna mengisi kas yang kosong.
Demikian sederet informasi berkaitan dengan nama lain dari tanam paksa pada masa penjajahan Belanda. [ENF]
