Nasionalisme: Pengertian, Prinsip, Tujuan, Bentuk, dan Contohnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dikutip dari buku Semangat Nasionalisme oleh Ketut Rusmulyani, nasionalisme adalah suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Tak hanya itu, nasionalisme juga mempunyai arti sebagai prinsip, rasa, dan usaha yang patriotik serta dengan segala daya siap pula untuk mempertahankannya. Bagaimana penjelasan lengkapnya?
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Nasionalisme
Nasionalisme dijelaskan oleh para ahli dengan pengertian sebagai berikut:
Benedict Anderson: suatu komunitas politik yang dibayangkan sebagai sesuatu yang berdaulat dan terbatas.
Dr. Hertz: hasrat mencapai kesatuan, merdeka, mencapai keaslian, dan hasrat mempunyai cita-cita bersama.
Hitler: semangat dan sikap rela berkorban untuk melawan bangsa lain demi mempertahankan bangsa sendiri.
Prinsip Nasionalisme
Semangat kebangsaan atau nasionalisme didukung oleh 6 prinsip, antara lain:
Kesatuan: kesatuan bangsa, teritorial, ideologi, bahasa, sistem politik, aturan kebudayaan, dan masih banyak lagi.
Kebebasan: memberi kebebasan dalam beragama, berpendapat, maupun berkelompok dan berorganisasi.
Kesamaan: setiap individu mempunyai kesamaan kedudukan hak, hukum, dan kewajiban.
Kepribadian: menekan pada identitas bangsa, seperti rasa bangga, rasa sayang, hingga harga diri.
Demokrasi: setiap warga mempunyai kedudukan, kewajiban, dan hak yang sama.
Prestasi: cita-cita dalam mewujudkan kesejahteraan, kebesaran, dan kemanusiaan bangsa.
Tujuan Nasionalisme
Adapun tujuan dari adanya nasionalisme adalah sebagai berikut:
Menumbuhkan serta meningkatkan rasa cinta pada bangsa dan negara.
Membangun hubungan harmonis di masyarakat.
Mempererat persaudaraan di antara warga.
Menghilangkan ekstrimisme dari warga atau masyarakat pada pemerintah.
Menumbuhkan semangat rela berkorban.
Menjaga bangsa dan negara dari serangan musuh.
Bentuk Nasionalisme
Nasionalisme memiliki berbagai bentuk, diantaranya:
Nasionalisme Kewarganegaraan: negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya.
Nasionalisme Romantik: negara memperoleh kebenaran politik secara semula.
Nasionalisme Budaya: negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama.
Nasionalisme Kenegaraan: keutamaan lebih dalam hal hak kebebasan dan universal.
Nasionalisme Agama: negara memperoleh legitimasi politik dari suatu persamaan agama.
Contoh Nasionalisme Sehari-hari
Beberapa contoh dari nasionalisme adalah sebagai berikut:
Menjaga ketertiban masyarakat.
Mematuhi peraturan yang berlaku.
Melestarikan budaya.
Menggunakan produk dalam negeri.
Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Turut serta membela negara.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai nasionalisme.(LAU)
